Soal Tanjung Priok, Yasonna Klaim Pernyataannya Diplintir

Peristiwa  RABU, 22 JANUARI 2020 , 20:19:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Soal Tanjung Priok, Yasonna Klaim  Pernyataannya Diplintir

Massa Tanjung Priok/Ist

Pernyataan wilayah Tanjung Priok sebagai wilayah kumuh yang berpotensi tindak kriminal memicu kemarahan warga hingga menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Emosi warga Tanjung Priok bermula dari ucapan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laloly saat memberi sambutan di acara 'Resolusi Pemasyarakatan 2020 Ditjen PAS' di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis lalu (16/1).

Menanggapi polemik yang terjadi, Menkumham Yasonna menyebut apa yang dia sampaikan merupakan penjelasan ilmiah.

Sehingga, menurut Yasonna, penjelasan ilmiah yang dia sampaikan juga harus ditanggapi secara ilmiah dan bukan menjadi bahan politisasi.

"Sebenarnya apa yang saya sampaikan itu kan penjelasan ilmiah, seharusnya ditanggapi secara ilmiah bukan secara politik. Karena saya merasa ada hal-hal yang diplintir sehingga ada kerancuan informasi yang sampai kepada publik. Sehingga menimbulkan perbedaan pendapat," ucap Yasonna Hamonangan Laoly saat menggelar konferensi pers di Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta Selatan, Rabu (22/1) petang.

Menurut Yasonna, penjelasan yang dia sampaikan saat menjadi pembicara itu bertujuan untuk melibatkan masyarakat untuk memperbaiki kondisi sosial yang berpotensi tindakan kriminal.

"Itu lah penjelasan pokoknya, kalaupun merujuk pada tempat itu tidak dimaksudkan. Not intended to be that way, itu yang mau saya sampaikan. Tapi ada dari orang-orang tertentu mungkin tidak memahami secara utuh, tidak melihatnya secara utuh maka saya ada merasakan ada yang lepas dari cara menyampaikan mereka ini ya orang tertentu saja," jelasnya.

Dalam sambutan di Lapas Narkotika, Yasonna Laoly meyakini bahwa kemiskinan adalah sumber tindakan kriminal.

"Crime is a social product, crime is a social problem. As a social problem, sebagai problem sosial, masyarakat kita semua punya tanggung jawab soal itu. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak di daerah miskin," kata Yasonna.

Yasonna mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua kawasan yang berbeda, yakni Menteng dan Tanjung Priok. Dia meyakini jika anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal akan melakukan hal serupa di masa depan.

"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," katanya.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok