Soal Deposito APBD Lampung Selatan, Pengamat Ini Sependapat Dengan KPK

Nusantara  SABTU, 25 JANUARI 2020 , 09:18:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Soal Deposito APBD Lampung Selatan, Pengamat Ini Sependapat Dengan KPK

Pemkab Lampung Selatan/Net

Kebijakan Pemkab Lampung Selatan (Lamsel) yang menyimpan dana APBD sebesar Rp 250 miliar dalam bentuk deposito di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung tahun anggaran 2018-2019 menjadi polemik.

Hal ini menyusul klaim sepihak Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Selatan Intji Indriati bahwa deposito APBD sesuai arahan dan saran dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengamat Politik, Hukum dan Keamanan Dewinta Pringgodani meragukan klaim Kepala BPKAD soal penyimpanan APBD dalam bentuk deposito.

"Saya tidak mungkin KPK mengarahkan agar APBD disimpan dalam bentuk deposito, apalagi dengan bunga bank yang tinggi," kata Dewinta melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (25/1).

Dewinta yang juga Ketua Dewan Pengawas TV Kabel Indonesia ini mengaku sependapat dengan Ketua Tim Kordinator Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Wilayah III Febri Diansyah.

Diketahui, Febri menegaskan bahwa pencegahan korupsi itu bukan dengan memberikan arahan untuk penempatan dana, tetapi menggunakan dana APBD dengan proyek yang tepat.

Karenanya Dewinta berharap agar Pemkab Lampung Selatan tidak menyimpan APBD dalam bentuk deposito. Sebab APBD merupakan uang rakyat yang harus dipergunakan untuk pembangunan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dengan baik.

"Dana APBD harus dikembalikan dalam bentuk rekening kembali, karena namanya dana APBD kan memang harus digunakan untuk pekerjaan proyek, gaji pegawai bukan malah menjadi deposito," ujar Dewinta.

Sebelumnya, pada 25 November 2019, Kepala BPKAD Lampung Selatan Intji Indriati mengungkapkan, dana Pemkab Lampung Selatan di Bank Lampung sampai dengan tanggal 21 November 2019 sebesar Rp453.417.549.091,00.

Rinciannya, penempatan dalam bentuk giro sebesar Rp203.417.549.091,00. Kemudian penempatan deposito hanya di Bank Lampung sebesar Rp250 miliar terdiri dari deposito Rp70 miliar dengan bunga 8%, deposito Rp80 miliar dengan bunga 8%, dan deposito Rp100 miliar dengan bunga 8%.

Penempatan deposito Pemerintah Daerah yang dilaksanakan pada awal tahun adalah carry over deposito dari tahun 2018 sebesar Rp70 miliar dan Rp80 miliar. Hal itu karena tidak terserapnya anggaran pada tahun 2018 dan belum adanya aturan yang mengharuskan deposito Pemerintah Daerah dipindah bukukan ke Rekening Kas Umum Daerah,” ungkap Intji.

Carry over deposito dari tahun 2018 telah mendapatkan beberapa penawaran dari sejumlah BUMN seperti PT BRI Persero, Tbk dan PT Bank Mandiri Persero. Dimana dalam penawaran itu bunga deposito yang diberikan ke Pemerintah Daerah dibawah 7,5% per tahun.

Sementara, penawaran deposito yang diberikan Bank Lampung diberikan special rate bunga diatas 7,5% per tahun. Dimana hingga tahun 2019 sampai dengan saat ini, bunga yang diberikan PT BPD Lampung yaitu 8% per tahun.

Pada tahun 2019 bunga deposito yang telah diperoleh oleh Pemerintah Daerah sampai dengan tanggal 21 November 2019 sebesar Rp16.302.876.712,37.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00