Viral Fenomena Kerajaan Dadakan, Spanduk 'King of the King' Muncul Di Tangerang

Peristiwa  SENIN, 27 JANUARI 2020 , 15:51:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Viral Fenomena Kerajaan Dadakan, Spanduk 'King of the King' Muncul Di Tangerang

Spanduk 'King of the King' muncul di Tangerang/RMOL

Fenomena 'kerajaan dadakan' di sejumlah wilayah di Indonesia ternyata masih belum sepenuhnya usai. Di Tangerang, diketahui ada sebuah spanduk yang memuat tulisan yang mengklaim sebagai sebuah kerajaan mirip Keraton Agung Sejagat atau Sunda Empire yang bikin heboh.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLBanten, spanduk berwarna biru berukuran sekitar 1 x 1,5 meter tersebut terlihat berada di Jalan Benteng Betawi, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Sebuah tulisan besar 'King Of The King YM Soekarno, Mr. Dony Pedro' terlihat mencolok bak sebuah judul. Di bawahnya terdapat tulisan yang mengklaim bahwa kerajaan tersebut akan bekerjasama dengan Presiden Direktur Bank UBS, Presiden PBB, Presiden MI, yang disebut terbentuk untuk melunasi utang negara.'

"Pembukaan Aset Amanah Allah SWT Allahu Akbar Yang Maha Agung. Untuk Melunasi Seluruh Hutang Negara. Menyelesaikan Dan Melaksanakan Dana Ampera, Menuju Kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (KNKRI)," demikian tulisan dalam spanduk tersebut.

Uniknya, spanduk tersebut ikut mencantumkan sejumlah nama dan nomor telepon yang disebut sebagai petinggi kerajaan tersebut.

Tak hanya itu, spanduk tersebut juga memuat foto Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, disandingkan dengan gambar wanita yang memakai properti kerajaan mirip Nyai Roro Kidul.

Dalam spanduk tersebut pun memuat ancaman kepada lembaga negara yang menurunkan spanduk tersebut untuk meminta izin dari Presiden Joko Widodo.

"Lembaga negara yang menurunkan baliho harus atas perintah Presiden PBB, UBS, MI, Presiden Ir. Joko Widodo. Demikian agar jadi perhatian," lanjut tulisan dalam spanduk.

Seorang warga yang ditemui di lokasi, Randy (28), menuturkan spanduk tersebut telah ada sejak akhir 2019 lalu. Namun, ia tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk tersebut.

"Waktu mau tahun baru, tiba-tiba pagi-pagi sudah ada yang pasang di situ. Nggak ada yang lihat siapa yang pasang," ujar Randy.

Meski mengaku resah, ia dan warga sekitar tak berani menurunkan spanduk tersebut. Pasalnya, ia khawatir pemilik spanduk akan datang dan membuat kericuhan di wilayah tersebut.

"Sebenarnya resah, tapi kita nggak ada yang berani nurunin, takut tiba-tiba ada orang datang dan bikin ribut di sini, jadi ya sudah dibiarkan saja," tandasnya.[dod]

Komentar Pembaca