Sidang Lanjutan Kasus Judi Online, 4 Penyidik Dipanggil Jadi Saksi

Hukum  RABU, 29 JANUARI 2020 , 17:21:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sidang Lanjutan Kasus Judi Online,  4 Penyidik Dipanggil Jadi Saksi

Sidang lanjutan judi online/Ist

Empat oknum penyidik Polda Metro Jaya yang diduga memalsukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam kasus perjudian online dilaporkan ke SPK Polda Metro Jaya, Selasa (28/1).

Berbekal contoh tandatangan palsu dan surat pernyataan dari saksi yang menerangkan bahwa dirinya tidak pernah menjalani BAP dan menandatangani BAP, LQ Lawfirm melaporkan empat oknum penyidik tersebut ke Polda Metro Jaya.

Empat penyidik tersebut juga dipanggil dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Utara pada Rabu (29/1). Dari empat penyidik yang dipanggil, 3 diantaranya hadir dan 1 orang izin tak bisa bersaksi.

Saat ditanyakan oleh kuasa hukum terdakwa Ujang Setiawan, Alvin Lim, mengapa BAP saksi dan empat BAP penyidik lainnya sama persis pertanyaan dan jawabannya kata demi kata, penyidik tidak dapat menjawabnya.

Alvin mengatakan, bahwa tidak mungkin lima orang saat ditanyakan bersamaan, maka jawabannya sama persis kata demi kata bahkan titik koma dan garis miringnya.

"Apakah ini pertanyaannya dan jawaban sudah disiapkan sebelumnya oleh penyidik?," tanya Alvin.

Sang penyidik menjawab tegas, "Tidak".

"Lalu, apabila tidak, bagaimana mungkin kata demi kata sama persis 12 halaman tersebut?," tegas Alvin.

Giliran majelis hakim bertanya kepada penyidik, "Apakah pertanyaan nomor 6 ini adalah jawaban saksi Ujang?" Yang kemudian dibenarkan oleh penyidik.

Hakim kembali melanjutkan pertanyaannya, "Di sini jawaban Ujang di BAP tertera bahwa bandar Soegianto telah ditetapkan menjadi DPO di Unit Resmob Polda Metro Jaya. Bagaimana mungkin saksi Ujang mengetahui Soegianto menjadi DPO padahal hal tersebut adalah rahasia penyidikan dan Ujang bukanlah penyidik dan tidak mungkin mengetahui hal tersebut".

Saksi penyidik mengatakan bahwa dirinya yang memberi tahu jawaban tersebut.

Majelis hakim sontak tertawa mendengar jawaban saksi penyidik.

Sementara Tandry Laksana dari LQ Indonesia Lawfirm mengatakan, sebenarnya hakim telah jelas melihat bahwa BAP yang disajikan oleh penyidik adalah rekayasa.

Karenanya Tandry mengungkapkan pihaknya melaporkan empat penyidik ke Polda Metro Jaya.

"Selain aduan pidana, kami juga akan mengadukan hal ini ke Propam, IPW dan Kompolnas agar di tindaklanjuti," tutup Tandry.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104