HMI Desak Polda Metro Bongkar Dugaan Korupsi INASGOC

Hukum  KAMIS, 30 JANUARI 2020 , 10:47:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

HMI Desak Polda Metro Bongkar Dugaan Korupsi INASGOC

Massa HMI demo Polda Metro Jaya/Ist

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi Komisariat Universitas Bhayangkara Jaya mendatangi Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (29/1).



Koordinator Lapangan Cabang Bekasi Komisariat Universitas Bhayangkara Jaya Muhammad Tohir mendesak aparat Polda Metro Jaya mengusut dugaan korupsi di Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee atau INASGOC yang dikomandani Erick Thohir.

Tohir mengatakan, penyelenggaran Asian Games 2018 yang terbilang sukses, namun meninggalkan tinta hitam berupa indikasi korupsi.

"Diantaranya, Direktur Ceremony Departement terkait Coutdown Asian Games 2018 dan surat tentang pengalihan anggaran artis. Yang mana biaya penampilan artis nasional dan internasional pada acara Coutdown Asian Games 2018, kurang lebih sebesar Rp 6 miliar. Anggaran itu dibiayai oleh sponsor dan ditunjuk PT. Cinaran Kreasi Gemilang selaku EO (event organizer) untuk melakukan pembayaran honor artis nasional dan internasional," kata Tohir.

Namun berdasarkan dokumen yang dimiliki HMI, ternyata EO hanya menerima uang sponsor sebesar Rp 1,5 miliar, sehingga masih terdapat selisih biaya Rp sebesar 4,5 miliar dan belum termasuk pajak.

"Darimana dan kemana selisih anggaran Rp 4,5 miliar tersebut," tanya Tohir.

Selain itu, menurut Tohir, ada ketidakwajaran anggaran belanja sewa peralatan kantor, sesuai dengan kesatuan harga biaya sewa/beli yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 33/PMK.02/2016 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2017.

Berdasarkan temuan tersebut, ada 143 anggaran belanja sewa peralatan kantor dengan nilai anggaran sebesar Rp 14 miliar dan ada kurang lebih 120 anggaran belanja sewa peralatan kantor yang tidak wajar dengan nilai Rp 8 miliar l.

"Akibatnya, ada potensi terjadi pemborosan keuangan negara. Seharusnya INASGOC dapat memperoleh aset tetap berupa mesin dan peralatan yang memiliki masa manfaat bagi kepentingan rakyat dan negara," ujar Tohir.

Selain itu, pembayaran honor volunteer Asian Games tidak ada bukti pembayaran atau bukti transfer dari Departemen Human Resource Asian Games 2018.

Bukan cuma itu, Tohir mengungkapkan, Direktur Procurement dan Pejabat PPK sudah beberapa kali mendapatkan panggilan penyidik Polda Metro atas dugaan korupsi dalam pengadaan alat senam, namun yang bersangkutan selalu mangkir.

"Kami mendesak Kapolda Metro Jaya berani mengusut tuntas kasus indikasi korupsi Asian Games sampai tuntas tanpa pandang bulu dan tegakkan hukum seadil-adilnya," pungkas Tohir.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00