Pembuktian Judi Online Harus Gunakan Forensik Digital

Hukum  SELASA, 04 FEBRUARI 2020 , 21:25:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pembuktian Judi Online Harus Gunakan Forensik Digital

Sidang judi online di PN Jakarta Utara/Ist

Sidang lanjutan kasus perjudian online kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (4/2). Kali ini menghadirkan saksi ahli DR Dwi Seno Widjanarko, yang merupakan ahli hukum pidana dan dosen Universitas Bhayangkara Jakarta dan mantan hakim agung Arbijoto.

Dalam kesaksiannya, Seno menegaskan bahwa pembuktian judi online harus dilakukan menggunakan sistem online atau digital forensik.

Menurut Seno, judi online berbeda dengan perjudian konvensional, seperti judi koprok, gaple atau remi

"Dakwaannya juga harus bisa dibuktikan ada uangnya, ada bandarnya, pemainnya. Kalau tidak bisa dibuktikan secara asli, maka sesuai KUHP Pasal 81 harus diabaikan," ujar Seno.

Lebih lanjut Seno mengatakan, kasus ini adalah lex spesialis derogat legijenerale.

"Sesuatu hukum yang khusus harus mengesampingkan hukum yang umum. Artinya UU tentang perjudiaan konvensional tidak bisa diterapkan.pada perjudian online. Pasal 27 ayat 2 Junto pasal 45 ayat 2 tentang Perjudian Online bukan pasal 303 KUHP," kata Seno.

Sidang sempat memanas karena salah satu saksi ahli Arbijoto membentak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frederik Aldhar.

Arbijoto yang mantan Hakim Agung ini tidak berkenan dengan pertanyaan Frederik Aldhar terkait pendapatnya tentang pembuktian terhadap terdakwa perjudian online.

Kepada Seno, kuasa hukum empat terdakwa perjudian online, Alvin Lim didampingi pengacara LQ Lawfirm Tandry Laksana bertanya apakah dakwaan penjualan rekening tabungan di Bank BCA dalam BAP yang dipalsukan bisa dikategorikan sebagai pelanggaran pidana.

Seno lantas balik bertanya. "Apakah rekening tabungan itu legal atau ilegal?. Kalau rekening tabungan itu legal, maka bukan sebagai pelanggaran pidana. Tetapi harus dibuktikan secara lengkap," ucap Seno.

Sedangkan Frederik Aldhar menyatakan bahwa rekening tabungan di Bank BCA milik para terdakwa digunakan untuk menampung uang hasil perjudian.

Sidang dilanjutkan pada Kamis (8/2) lusa dengan agenda pembacaan tuntutan.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00