Berantas Ilegal Fishing, KKP Tambah Dua Unit Kapal Pengawas Perikanan Di Natuna

Bisnis  SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 05:20:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berantas Ilegal Fishing, KKP Tambah Dua Unit Kapal Pengawas Perikanan Di Natuna

Kapal Pengawas Perikanan Di Natuna/Ist

Pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) makin digencarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Salah satunya dengan menambah dua unit armada Kapal Pengawas Perikanan baru.

Dua kapal tersebut direncanakan akan memperkuat armada pengawasan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 571 dan 711.

Satu kapal akan beroperasi di wilayah perairan Selat Malaka dan Laut Andaman, sedangkan kapal lainnya akan dioperasikan di wilayah perairan Selat Sunda dan Laut Natuna Utara,” kata Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Ipung Nugroho Saksono, saat penandatanganan kontrak pembangunan Kapal Pengawas Perikanan di kantor KKP, Senin (10/2).

Ipung menjelaskan, kedua perairan tersebut selama ini memang merupakan salah satu wilayah yang masih rawan terhadap penangkapan kapal ikan asing ilegal.

Tak cukup hanya dengan membangun armada kapal baru, KKP juga telah menambah hari operasi kapal pengawas dari 85 hari di tahun 2019 menjadi 150 hari di tahun 2020.

Saya kira pesannya sangat jelas, KKP di bawah kepemimpinan Bapak Menteri akan terus memperkuat upaya pemberantasan illegal fishing. Itu bisa dibaca dari kebijakan dan keberpihakan anggaran untuk pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan”, ungkap Ipung.

Saat ini KKP telah memiliki total 34 unit Kapal Pengawas Perikanan terdiri dari empat Kapal Pengawas tipe A dengan panjang lebih dari 50 meter, dua unit Kapal Pengawas tipe B dengan panjang 40-50 meter, sepuluh unit Kapal Pengawas tipe C dengan panjang 30-40 meter, dan tiga belas unit tipe D dan lima unit tipe E.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok