Akun Facebook Tohap Silaban Masih Dibanjiri Umpatan Warganet

Peristiwa  SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 07:41:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Akun Facebook Tohap Silaban Masih Dibanjiri Umpatan Warganet

Tohap Silaban/Ist

Nama Tohap Silaban hingga Selasa (11/2) masih menjadi perbincangan banyak orang.

Penyebabnya, Tohap Silaban menantang dan mencekik polisi lalu lintas yang hendak menilangnya.

Aksi Tohap Silaban itu pun viral di media sosial. Banyak warganet yang mengunggah ulang video Tohap.

Kini, tak sedikit yang penasaran mengenai sosok atau jejak digital pria berkacamata tersebut.

Berdasarkan penelusuran, ada akun Facebook yang mengatasnamakan Tohap Silaban. Tohap Silaban berfoto dengan sejumlah tokoh politisi yang sekarang menjadi menteri.

Meski kasusnya sudah terjadi empat hari lalu, ternyata akun tersebut masih dibanjiri komentar warganet.

Akun Tohap Silaban kerap menulis hal yang berkaitan dengan politik. Tohap juga dikenal sebagai aktivis, ia menjabat sebagai ketua umum sebuah organisasi mengenai reformasi.

Tohap Silaban juga diketahui menjabat Sekjen Rakyat Militan Jokowi (Ramijo).

Jejak digital berupa unggahan lawasnya soal acara revolusi mental mengundang perhatian warganet. Pria ini mengunggah foto-foto acara bertajuk "Memaknai Revolusi Mental dalam Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dengan Spirit Pancasila" ke Facebook pada 14 Mei 2019.

Dalam foto tersebut, terdapat spanduk yang menerangkan bahwa Tohab Silaban menjadi salah satu dari enam pembicara dalam acara tersebut.

Ia tidak menambahkan narasi apapun dalam unggahan tersebut. Namun salah satu foto, memperlihatkan Tohap Silaban duduk di antara para pembicara. Warganet kemudian ramai-ramai menulis komentar yang mencibir pria yang sempat ajak duel Polantas ini.

"Ooo..ya ya ya akhirnya tahu arti revolusi mental," komentar dari Wahid.

"Gaya mu Tohap revolusi mental, mental mu aja rusak," tulis Ajil Barus.

"Jadi revolusi mental itu melawan petugas ya," tulis Fian Friyhatna.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, penyidikan terhadap Tohap masih berjalan atas kasusnya melawan Bripka Rusdi dengan tindakan kekerasan mendorong dan mencekik.

"Untuk sekarang, penyidikan masih berjalan normal," ujar Arsya saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (10/2).

Tohap yang melawan polisi saat ditilang terancam hukuman minimal 10 tahun atas kepemilikan senjata tajam pisau dan tesser--sejenis senjata sengat listrik--saat ditangkap di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Senjata tersebut masing-masing ditemukan satu buah di dalam tas tersangka Tohap saat anggota Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menggeledah barang-barang Tohap.

Kemudian atas perbuatan melawan polisi dengan tindak kekerasan saat ditindak karena melanggar aturan lalu lintas dengan berhenti di bahu jalan tol, Tohap dikenakan pasal 212 KUHP dan atau pasal 335 ayat 1 KUHP dengan ancaman satu tahun empat bulan.[dod]

Komentar Pembaca
Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

RABU, 04 MARET 2020 , 10:02:00