Proyek Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Pontianak Disoal

Ragam  RABU, 12 FEBRUARI 2020 , 21:58:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Proyek Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Pontianak Disoal

Tigor Doris Sitorus/Ist

Proses lelang dan pembangunan gedung kuliah terpadu Politeknik Negeri Pontianak diduga bermasalah. Padahal lelang sudah digelar pada Agustus 2019, namun hingga kini pembangunannya belum juga dikerjakan.

Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris Sitorus mengungkapkan, sejak proses tender, proyek tersebut sudah bermasalah.

Menurut Tigor, ada perusahaan yang diajukan sebagai calon pemenang lelang, dan calon cadangan.

Namun saat proses berlangsung, Pokja secara sepihak menyatakan bahwa tidak satupun perusahaan yang memenuhi syarat jpemenang lelang.

"Padahal dari 12 perusahaan yang memasukkan penawaran, hanya tiga perusahaan yang diundang untuk pembuktian kualifikasi. Sementara sembilan perusahaan lagi tidak diundang," kata Tigor melalui keterangan tertulisnya, Rabu malam (12/2).

Padahal, kata Tigor, semestinya jika salah satu dari tiga perusahaan yang diundang tidak ada yang memenuhi syarat berdasarkan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, maka Pokja harus mengundang perusahaan dengan penawaran diatasnya untuk klarifikasi.

Namun Pokja secara sepihak mengganti jadwal pada list di LPSE dengan melakukan pemasukan penawaran ulang.

Tigor menilai keputusan Pokja tersebut mengangkangi Perpres. Karena sepatutnya yang dilakukan Pokja adalah melakukan tender ulang atau pemasukan penawaran ulang dengan pemberitahuan melalui email perusahaan yang notabene dimiliki panitia pengadaan barang dan jasa .

Kemudian, lanjutnya, proses penawaran ulang sudah diumumkan pemenang tender penawar harga terendah namun proyek tidak dikerjakan.

"Jadi pertanyaan mengapa proyek ini tidak dikerjakan, apakah ada persoalan lain yang belum tuntas. Jelas ini diduga menimbulkan kerugian negara.," ujar Tigor.

Kedua, tambahnya, di tahun yang sama ada proyek sejenis yang dikerjakan oleh panitia yang sama, Pokja yang sama dan proses lelang yang sama, yaitu proyek Politeknik Negeri Ketapang. Proyek ini dikerjakan pemenang tender.

"Kenapa Poltek di Ketapang bisa sedangkan di Pontianak tidak. Saya minta kepada Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan mengkaji dan mengevalusi." tutupnya.

Diketahui, lelang pembangunan gedung kuliah terpadu Politeknik Negeri Pontianak senilai Rp 79 milliar diduga menyalahi Perpres Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, karena panitia lelang memberlakukan proses penawaran ulang.

Padahal panitia lelang sudah mengumumkan pemenang lelang dengan penawaran terendah dan diundang untuk klarifikasi pada bulan Oktober.

Namun panitia lelang menyatakan perusahaan pemenang tidak dapat mengerjakan proyek tersebut karena kurang persyaratan sehingga harus memasukan penawaran ulang.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok