Polres Kumpulkan Saksi-saksi Kasus Bully Di SMP Purworejo

Peristiwa  KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 , 12:38:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Polres Kumpulkan Saksi-saksi Kasus Bully Di SMP Purworejo

Siswi di Purworejo dibully/Net

Kepolisian Resor (Polres) Purworejo membenarkan beredarnya video perundungan atau bullying terhadap siswi SMP yang viral di media sosial (medsos), dan membenarnya terjadi di sebuah sekolah di Purworejo.

Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani menginstruksikan kepada tim bergerak untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

"Itu benar kejadian ada di satu sekolah swasta di Purworejo," kata Andis, saat dikonfirmasi media, Kamis (13/2).

Latar belakang apa yang mendasari kejadian tersebut, dan kapan kejadiannya karena dalam tayangan video ruang kelas begitu sepi, dan mengapa korban hanya diam saja, Andi mengatakan akan mendalami lagi hal itu.

"Kita masih dalami, yang jelas tiga pelajar sudah kami undang untuk diperiksa sebagai saksi serta orang tua korban. Apa motifnya sampai melakukan pemukulan," kata Andis.

Wakapolres menyampaikan, sampai sejauh ini pihaknya sudah menerima laporan tersebut dari berbagai pihak. Informasi yang didapat kejadian itu terjadi dan dilakukan di SMP swasta daerah Butuh, Purworejo.

"Ini pihak Polsek sedang mengumpulkan saksi-saksi lainnya," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, media sosial dihebohkan dengan video berdurasi 29 detik tentang aksi bully di dalam kelas. Dalam video terlihat pelajar putri berkerudung tengah duduk sambil menunduk.

Korban diketahui bernama Cahya, saat itu sedang duduk sendirian di mejanya sambil mengerjakan tugas. Ketiganya terdengar meledek, dan salah satunya langsung menempeleng Cahya.

Tidak jelas apa yang membuat siswa itu berbuat demikian, namun Cahya hanya diam sambil melindungi kepalanya. Aksi tempeleng berlanjut dengan tenangan. Disusul dengan pukulan dari dua siswa lain yang sejak awal sudah meledek Cahya. Bahkan pukulan pun menggunakan sapu.

Seseorang sempat merekam aksi tersebut. Dalam rekaman nampak Cahya hanya bisa menangis menundukkan kepalanya menerima perlakuan tak manusiawi itu. Video tersebut pun segera yang beredar di media sosial dan menjadi viral.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00