Pengamat: Pilih Wagub DKI, Kok PKS Mendadak Minta Voting Tertutup

Politik  SELASA, 18 FEBRUARI 2020 , 18:06:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengamat: Pilih Wagub DKI, Kok PKS Mendadak Minta Voting Tertutup

Bendera PKS/Net

Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah menyesalkan keputusan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta yang menginginkan pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta sisa periode 2017-2022 dilakukan dengan voting tertutup.

Amir mengatakan, saat acara silaturahmi dengan wartawan pada Selasa (21/1), Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Shakir Purnomo justru mendorong pemilihan wagub DKI Jakarta dilakukan melalui mekanisme voting terbuka sebagai bentuk transparansi.

"Politisi dan aktivis di luar DPRDZ mempertanyakan kenapa hari ini PKS lebih mengusulkan voting tertutup," kata Amir di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (18/2).

Amir berharap, dalam Rapat Paripurna, Rabu (19/2) besok, PKS bisa kembali ke sikap awal untuk melaksanakan voting terbuka.

"Kita ingin Legislator di DKI Jakarta memperlihatkan sikap kesatrianya dalam menentukan kandidat yang akan dipilih sebagai wagub DKI pendamping Pak Anies," terang Amir.

Disisi lain, Amir mengaku bersyukur, pasca pertemuan dengan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, tahapan menuju pemilihan wagub DKI Jakarta betul-betul bisa terealisasi sesuai dengan janjinya.

"Saya sangat berterima kasih kepada Pak Pras atas komitmen beliau. Saya bangga setelah berkomunikasi dengan beliau ada progres menggembirakan terkait Pilwagub DKI Jakarta," ungkap Amir

Ia memprediksi, apabila seluruh tahapan berjalan dengan lancar dapat dipastikan awal April mendatang wagub DKI Jakarta terpilih sudah bisa bekerja.

"Salah satu pekerjaan pertama ya tentu membantu Pak Gubernur untuk menyusun pertanggungjawaban APBD Tahun 2019," pungkas Amir.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok