BPIP Sosialisasi Pancasila Lewat Tiktok, Pengamat: Jangan Sampai Dikira Latah Ngekor Tren!

Polhukam  RABU, 19 FEBRUARI 2020 , 13:19:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

BPIP Sosialisasi Pancasila Lewat Tiktok, Pengamat: Jangan Sampai Dikira Latah Ngekor Tren!

Pancasila/Net

Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi berencana menggunakan sejumlah platform media sosial (medsos), seperti YouTube dan Tiktok, untuk membumikan Pancasila ke generasi muda.

Pengamat Politik yang tergabung dalam Forum Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia, Ade Reza Hariyadi menilai penggunaan platform media sosial yang populer di publik bisa menjadi terobosan dalam sosialisasi nilai-nilai Pancasila.

Namun perlu diingat bahwa BPIP adalah lembaga resmi negara dan hendaknya mempertimbangkan secara selektif pilihan platform media sosial yang akan digunakan.

"Jangan sampai justru ada kesan bahwa BPIP mengafirmasi platform media sosial tertentu yang justru berkontribusi pada runtuhnya nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat, dan kurang memberikan manfaat dalam mengedukasi generasi muda," kata Ade saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (19/2).

Hal yang juga penting untuk dilakukan BPIP, menurut Ade, seharusnya melakukan assessment pada aparatur kekuasaan dan kebijakan yang dikeluarkannya, apakah sudah sejalan dengan Pancasila atau justru menyimpang.

Sosialisasi dan transformasi nilai Pancasila justru sangat penting untuk dilakukan pada suprastruktur politik untuk membentuk watak dan karakter kekuasaan negara yang lebih Pancasilais.

Jika ini berjalan efektif, niscaya akan lebih mudah bagi BPIP dalam sosialisasi Pancasila bagi masyarakat luas.

"Ya mestinya BPIP lebih kreatif sebagai institusi resmi negara dalam memilih instrumen dan bentuk-bentuk sosialisasi, jangan sampai dikira ikut latah mengekor tren saja," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok