Anies Dikasih Pepesan Kosong Soal ITF Sunter

Jakarta  KAMIS, 20 FEBRUARI 2020 , 10:08:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Anies Dikasih Pepesan Kosong Soal ITF Sunter

Anies Baswedan saat groundbreaking ITF Sunter/Net

Mangkraknya pembangunan Intermediate Treatment Facility atau ITF Sunter di Jakarta ternyata terkendala masalah keuangan.

Sehingga PT Jakarta Solusi Lestari yang merupakan joint venture antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan perusahaan asal Finlandia Fortum belum juga melaksanakan pembangunan.

Padahal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah melakukan groundbreaking pembangunan ITF Sunter sejak Desember 2018.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman menilai, belum terlaksananya pembangunan ITF Sunter karena terkendala keuangan makin menunjukkan bahwa sejak awal proyek tersebut memang sudah bermasalah.

"Seharusnya saat gubernur groundbreaking semuanya sudah selesai. Khususnya soal finansial dengan segala aspeknya," kata Prabowo saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Kamis (20/2).

Apabila faktanya seperti ini, Prabowo beranggapan sama saja PT Jakpro memberikan pepesan kosong kepada Anies Baswedan.

"Gubernur sudah dibohongi.sehingga terjadi groundbreaking. Padahal semuanya belum clear, khususnya soal finansial," tegas politisi Partai Gerindra ini.

Secara tegas Prabowo meragukan PT Jakarta Solusi Lestari yang merupakan joint venture antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan perusahaan asal Finlandia Fortum.

"Bonafiditasnya diragukan," cetus Prabowo.

Karenanya Prabowo mengultimatum PT Jakpro agar melaksanakan pembangunan ITF Sunter paling lambat bulan depan.

"Kalau masih mangkrak sebaiknya cari patner yang baru. Supaya program RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Pak Anies berjalan dengan baik," tegas Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan Pemprov DKI maupun BUMD tidak boleh menjamin soal finansial kepada pihak ketiga, terurama untuk pinjaman ke perbankan.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakpro, Hanief Arie Setianto, mengakui pembangunan ITF Sunter masih terganjal karena ada beberapa kendala dari lembaga keuangan yang belum bisa diselesaikan.

Namun, Arie tak menjelaskan maksud kendala di lembaga keuangan itu.

"Makanya sampai sekarang belum ada progress nyata di lapangan," kata Hanief di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).

Salah satu masalah pembangunan ITF Sunter adalah pembahasan aspek komersialisasinya. PT Jakpro, kata dia, sudah menyepakati sejumlah perjanjian mulai dari sistem pengelolaan sampah hingga jual beli listrik dengan PT PLN. Pemerintah pun, kata dia, telah menyiapkan investasi untuk pembangunan ITF Sunter.

PT Jakpro menargetkan pembangunan tempat pembakaran sampah Jakarta itu selama 36 bulan atau 3 tahun.

"Pembuatan boiler-nya sudah dimulai. Bahkan, sudah 20 persen dan dikerjakan di Denmark," ujarnya.

ITF Sunter nantinya mampu mengolah 2.200 ton sampah Jakarta per hari. Jenis teknologi yang diterapkan adalah waste to energy atau menubah sampah menjadi energi listrik, dengan kapasitas 35 MWh. ITF diklaim mampu mereduksi 80-90 persen dari bobot sampah yang masuk.

PT Jakarta Solusi Lestari yang merupakan joint venture antara PT Jakpro dan perusahaan asal Finlandia Fortum menyebut masih ada beberapa hal yang belum disepakati antara beberapa pemangku kepentingan lainnya seperti PLN sebagai pembeli listrik dan pihak pemerintah.[dod]

Komentar Pembaca
Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

RABU, 04 MARET 2020 , 10:02:00