Foodstation Terapkan Teknologi Perpanjang Usia Kelayakan Pangan

Ekonomi  MINGGU, 23 FEBRUARI 2020 , 08:13:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Foodstation Terapkan Teknologi Perpanjang Usia Kelayakan Pangan

Arief Prasetyo Adi/Net

Dua BUMD Pemprov DKI Jakarta, Bank DKI bersama PT Foodstation Tjipinang Jaya berupaya meningkatkan sinergi. Salah satunya dengan pengembangan teknologi dalam memperpanjang usia kelayakan pangan bagi konsumen.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Foodstation Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi disela-sela seminar Bank Pembangunan Daerah (BPD) Seluruh Indonesia dengan tema sinergi BUMD di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu 22/2).

"Pendanaan bergulir Bank DKI yang kami terima sejak 2015 memiliki plafon mulai dari Rp100 miliar, Rp150 miliar hingga mencapai Rp300 miliar per tahun," ujar Arief.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk pengembangan memperpanjang usia ketahanan pangan.

"Ada barang yang umurnya memang pendek seperti ikan segar, sayur, cabai. Tapi kita punya teknologi memperpanjang save life, bisa diatur nitrogen, oksigen dan kelembabannya," tutur Arief.

Teknologi tersebut diklaim efektif memperpanjang masa simpan pangan tanpa mengurangi kandungan gizi maupun proteinnya.

Salah satu teknologi yang dimanfaatkan untuk menjaga harga pangan murah adalah mesin pendingin untuk komoditas ikan kembung dan bawang putih.

"Jumlahnya ribuan ton kita simpan dalam mesin pendingin. Pada saat terjadi short suplay, harga masih bisa lebih murah dari pasaran," ungkap Arief.

Arief mengatakan, pangan murah yang difasilitasi Foodstation bisa mencapai 15 persen lebih murah dari harga pasaran yang berlaku melalui penerapan teknologi yang dibiayai Bank DKI.

Selain fasilitas pinjaman kredit untuk trading dan komoditi, Bank DKI juga memberikan fasilitas kredit kepada supplier (Supply Chain Financing).

Selain melalui penyaluran kredit dari Bank DKI, Foodstation memiliki kerjasama dengan Bank DKI terkait dengan penerbitan Kartu Pedagang PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang). Kartu yang diterbitkan 20 November 2019 lalu tersebut bukan hanya kartu biasa sebatas identitas pedagang, tetapi juga bisa digunakan untuk banyak fungsi.

Misalnya untuk pembayaran retribusi pasar, alat pembayaran masuk ke Monas, Ragunan, naik LRT, MRT serta MRT dan angkutan umum yang sudah terintegrasi dengan Jaklingko.

Pedagang yang ada di PIBC juga bisa memanfaatkan secara maksimal kehadiran Kantor Layanan Bank DKI di PIBC.

Kalau pedagang kesulitan keuangan uang untuk membayar sewa kios, Bank DKI bisa menghadirkan dana talangan. Dana talangan serupa juga bisa diberikan saat pedagang melakukan aktifitas penjualan dan pembelian. Kedua layanan tersebut diberikan dengan rate khusus untuk pedagang yang ada di PIBC. Karena itu jangan ada keraguan untuk memanfaatkan semua layanan yang ada di Bank DKI,” pungkas Arief.[dod]

Komentar Pembaca
Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

RABU, 04 MARET 2020 , 10:02:00