Ali Lubis: Voting Wagub DKI Tertutup, Biar Yang Kalah Nggak Malu

Politik  SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:05:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ali Lubis: Voting Wagub DKI Tertutup, Biar Yang Kalah Nggak Malu

Ali Lubis/Ist

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyepakati pemilihan atau voting wakil gubernur DKI Jakarta akan dilakukan secara tertutup. Hal ini disepakati dalam rapat pimpinan gabungan (rapimgab) DPRD DKI, Selasa (18/2) lalu.

Pemilihan tertutup juga merupakan usulan panitia khusus (pansus) draf tata tertib yang disusun DPRD DKI periode 2014-2019.

Mekanisme pemilihan secara tertutup nantinya adalah masing-masing anggota DPRD DKI Jakarta menuliskan atau mencontreng nama calon yang dipilih.

Kemudian kertas dimasukkan dalam kotak yang telah disediakan. Namun pemilihan tetap bisa disaksikan oleh publik.

Saat ini ada dua cawagub baru DKI, yakni Nurmansjah Lubis dari PKS dan Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Ali Lubis menilai, apapun sistem pemilihannya, voting terbuka atau tertutup, tak menjadi masalah.

Pasalnya, peluang Riza sangat besar untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Bahkan, kata Ali, Pengamat Politik Toni Rosyid dalam tulisannya yang berjudul "Cawagub DKI, Kenapa PKS Pilih Riza Patria?", jelas mengatakan bahwa Riza secara ideologis dekat dengan umat, terlebih dia merupakan anak KH Amidan yang mantan ketua MUI Pusat.

"Secara eksplisit Tony Rosyid mau mengatakan, jika Riza dapat diterima juga oleh PKS jika terpilih, artinya no problem," kata Ali melalui keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Senin (24/2).

Ali berpendapat, mekanisme voting tertutup bertujuan agar Cawagub yang gagal mendampingi Anies tidak menanggung malu berlebihan.

"Karena secara matematika apabila hitung jumlah suara, Gerindra punya 19 suara. Hampir pasti mendapat dukungan 25 suara dari PDIP. Jumlahnya sudah 44 suara. Untuk menang, angka aman adalah 54 suara dari 106 total suara di DPRD DKI. Sehingga Riza hanya butuh10 suara tambahan. Belum lagi delapan suara PSI jika ikut gabung bersama PDIP. Jauh lebih ringan kinerja politiknya jika dibandingkan dengan PKS yang hanya punya 16 suara," terang Ali.

Sementara soal polemik jatah wagub DKI untuk PKS, ungkap Ali, hal itu udah usang alias basi.

"Gerindra sudah memberikan kesempatan kepada PKS namun ternyata menemui jalan buntu," pungkas Ali.

Diketahui, Nurmansjah dan Riza menggantikan dua calon yang sebelumnya sudah diserahkan ke DPRD DKI, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Proses kedua kader PKS tersebut mandek di DPRD DKI. Akhirnya, PKS dan Gerindra mengganti keduanya.[dod]

Komentar Pembaca
Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

RABU, 04 MARET 2020 , 10:02:00