Terapi Relaksasi Picu Penyembuhan Penyakit Dan Rangsang Semangat Hidup

Ragam  SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 16:19:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Terapi Relaksasi Picu Penyembuhan Penyakit Dan Rangsang Semangat Hidup

Metode terapi relaksasi/Ist

Melalui relaksasi yang tepat, maka tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang berguna untuk mengurangi rasa sakit dan memicu perasaan senang, tenang, atau bahagia. Hormon yang terdiri dari neuropeptida opioid endogen ini diproduksi oleh sistem saraf pusat dan kelenjar hipofisis.

Pakar Terapi Relaksasi Dr. Andreas FK mengatakan, hormon endorfin adalah zat kimia yang diproduksi sendiri oleh tubuh dan memiliki efek mengurangi rasa sakit dan memicu perasaan senang, tenang, atau bahagia. Sayangnya, banyak orang tidak memahaminya.

Seperti pengalaman Andrenalin, pasien kanker darah di RS Harapan Kita, Jakarta. Ia melukiskan pasca melakukan terapi relaksasi, bukan saja perlahan leukositnya naik, tapi ia juga memiliki semangat hidup untuk sembuh.

"Untuk mencapai relaksasi yang tinggi, banyak orang harus dituntun oleh terapis. ebenarnya tiap orang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, ada kekuatan untuk memyembuhkan dari dalam diri sendiri. Namun, potensi tersebut harus digali," kata Andreas melalui keterangan tertulisnya, Senin (24/2).

Metode terapi yang telah ia jalankan bertahun-tahun ini terbukti mampu menyembuhkan orang yang sakit serta membantu menyelesaikan berbagai masalah hidup.

Hal ini pernah dialami salah satu kliennya yang bernama Sebastien Francois, warga negara Prancis.

Francois mengalami stres berat karena anaknya hilang, sehingga membuatnya tidak bisa tidur berhari-hari dan mengakibatkan emosinya meninggi.

Ketika menjalani terapi, bukan saja Francois bisa tidur, namun hati menjadi damai, pikiran tenang. Selang beberapa hari semenjak diterapi, ia pun bisa berjumpa dan berkumpul kembali dengan anak laki-lakinya dalam keadaan sehat.

Terapi ini, kata Andreas, biasanya diawali dengan mengatur pernapasan. "Saya selalu minta klien menarik nafas pelan-pelan dari hidung, menahan beberapa detik, lalu perlahan mengeluarkan lewat mulut sembari tersenyum. Itu saja, kalau benar dijalankan, sudah bisa memberikan kita ketenangan hati," ujar Andreas .

Bagi Andreas, terapi ini merupakan power of powerless (kekuataan dari ketidakberdayaan).

"Intinya kekuatan itu ada dalam diri tiap pribadi. Karena itu, siapapun bisa melakukan terapi ini, namun disarankan mengikuti training lebih dulu sehingga tata cara yang dijalankan bisa tepat," terang Andreas.

Andreas menambahkan, terapi relaksasi tidak hanya untuk orang sakit saja, karena orang sehat pun banyak yang diterapi.

pp "Sebelum diterapi biasanya dilakukan konsultasi terlebih dahulu," pungkas Andreas.[dod]

Komentar Pembaca
Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

RABU, 04 MARET 2020 , 10:02:00