Ibukota Pindah, DRD Usul Jakarta Jadi Daerah Khusus Bisnis Dan Riset Internasional

Megapolitan  SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 17:16:00 WIB

Ibukota Pindah, DRD Usul Jakarta Jadi Daerah Khusus Bisnis Dan Riset Internasional

Rapat kerja DRD DKI Jakarta dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta/RMOL

Presiden Jokowi telah bulat memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Menanggapi hal tersebut, Dewan Riset Daerah (DRD) DKI Jakarta melakukan riset terkait masa depan Jakarta usai tak lagi menyandang ibukota negara.

Berdasarkan riset, DRD mengusulkan agar Jakarta menjadi Daerah Khusus Bisnis dan Riset Internasional.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi I DRD DKI, Eman Sulaeman usai rapat kerja dengan Komisi B DPRD DKI, Senin (24/2).

"Sekarang Jakarta sebagai ibukota negara, otomatis status ibukota negara dicabut dan di UU ibukota menjadi Kalimantan Timur. Nah di situ juga dibuat UU untuk Jakarta. Saran kami, Jakarta menjadi Daerah Khusus Bisnis dan Riset Internasional," kata Eman.

Menurut Eman, hal tersebut perlu disiapkan dalam rangka menghadapi potensi minusnya pendapatan daerah pasca Jakarta tidak berstatus sebagai ibukota negara lagi.

"Mengingat status ibukota memang menguntungkan Jakarta. Pembangunan jadi lebih cepat, tamu negara banyak menggunakan penginapan di Jakarta, belum lagi seminar internasional. Dengan pindahnya ibukota, maka ada pengurangan pendapatan," ujar Eman.

Kualitas infrastruktur Jakarta yang lebih maju dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia, juga keberadaan Jakarta sebagai ibukota Sekretariat ASEAN turut menjadi bahan pertimbangan DRD DKI untuk mengusulkan hal tersebut. "Jadi jangan degradasi, (Jakarta) harus jadi kota internasional bahkan bisa lebih maju," ucap Eman.

Eman menambahkan untuk memaksimalkan hal tersebut, Pemprov DKI perlu mempersiapkan tenaga kerja dengan seeius guna memenuhi lapangan kerja yang ada nantinya

"Sekarang Pemprov harus mempersiapkan tenaga kerjanya, khususnya lulusan SMK yang katanya tidak banyak terserap kerja, harus diberikan pelatihan supaya mendukung Jakarta menjadi daerah khusus bisnis dan riset internasional," pungkas Eman.[dod]

Laporan: Muniha Addin Munawwaroh

Komentar Pembaca