Guru Tersangka Susur Sungai Digunduli, Pakar Hukum Pidana: Ini Keterlaluan Dan Melanggar HAM

Nusantara  KAMIS, 27 FEBRUARI 2020 , 06:31:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Guru Tersangka Susur Sungai Digunduli, Pakar Hukum Pidana: Ini Keterlaluan Dan Melanggar HAM

3 guru tersangka susur sungai/Net

Penanganan tiga tersangka kasus susur Sungai Sempor yang berujung meninggalnya 10 orang siswi SMP Negeri 1 Turi menjadi polemik di media sosial.

Polemik di media sosial ini muncul usai ketiga tersangka tampil di jumpa pers Polres Sleman dalam kondisi rambut tercukur habis pada Selasa (25/2).

Sebagian warganet menganggap tidak selayaknya ketiga tersangka yang dua diantaranya berprofesi sebagai guru ini dipotong rambutnya tanpa sisa. Warganet pun menyebut seharusnya guru tetap ditempatkan pada kondisi yang layak.

Menurut pandangan Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, perlakuan kepada tersangka IYA, R, dan DDS tak bisa dibenarkan.

"Ini perbuatan yang keterlaluan menempatkan guru-guru yang menjadi tersangka karena kelalaiannya, sebagai kriminal yang dipaksa digunduli. Ini jelas telah melanggar HAM para guru yang statusnya baru sebagai tersangka yang dilindungi asas praduga tak bersalah," kata Abdul Fickar Hadjar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (27/2).

Asas praduga tak bersalah yang seharusnya dipegang teguh seakan bertolak belakang dengan perlakuan yang diperlihatkan oleh aparat kepolisian Polres Sleman kepada para tersangka.

Sebab menurutnya, penggundulan tersebut sudah masuk ke dalam bagian penghukuman lantaran dipajang di depan umum.

"Ini sudah penghukuman, polisi sebagai penyidik tidak punya hak untuk melakukan itu. Ini menjatuhkan martabat dan penghinaan terhadap profesi guru," tegasnya.

Atas dasar itu, ia meminta kepada jajaran kepolisian untuk menelusuri kemungkinan dugaan kesengajaan perbuatan menggunduli para tersangka.

Jika benar ada unsur kesengajaan yang tidak dikehendaki para tersangka, maka oknum kepolisian yang menangani perlu ditindak.

"Oknum yang melakukan (menggunduli tersangka) harus ditindak secara hukum. Karena sudah bertindak berlebihan dan merugikan, tidak hanya orang, tapi juga profesinya," tandasnya.[dod]

Komentar Pembaca