Ombudsman Akan Periksa Pemprov DKI Dan Komrah Soal Revitalisasi Monas

Jakarta  JUM'AT, 28 FEBRUARI 2020 , 14:27:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ombudsman Akan Periksa Pemprov DKI Dan Komrah Soal Revitalisasi Monas

Teguh P Nugroho/Net

Ombudsman RI Perwakilan Jakata Raya akan melakukan pemeriksaan terkait revitalisasi kawasan cagar budaya Monas dan pemanfaatan kawasan cagar budaya tersebut sebagai ajang balapan Formula E.

Pemeriksaan tersebut akan dilakukan karena adanya dugaan maladministrasi dalam perizinan revitalisasi dan pemanfaatan kawasan cagar budaya Monas sebagaimana termuat di dalam UU 11 Tahun 2020 Tentang Cagar Budaya.

Walaupun merupakan aset Pemprov DKI Jakarta, namun dengan adanya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1995 tentang Penataan Kawasan Medan Merdeka maka persetujuan terkait penataan kawasan cagar budaya Monas berada di Komisi Pengarah (Komrah).

Sebagai kawasan cagar budaya, maka seluruh perizinan penataan di kawasan tersebut tunduk pada regulasi tersebut.

Dugaan maladministrasi terkait dengan revitalisasi, menurut Ombudsman Rl Perwakilan Jakarta Raya, dilakukan baik oleh Pemprov DKI maupun oleh Komisi Pengarah Kawasan Medan Merdeka Barat. Sementara terkait dengan persetujuan yang dikeluarkan oleh Komisi Pengarah Kawasan Medan Merdeka, Ombudsman Rl Perwakilan Jakarta Raya akan meminta keterangan terkait terbitnya surat persetujuan tersebut.

"Kami akan melihat persesuaian antara dasar penerbitan surat persetujuan tersebut dengan kewajiban untuk melakukan kajian terlebih dahulu sebagaimana diamanatkan di dalam UU Cagar Budaya tersebut," kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya. Teguh P Nugroho melalui keterangan tertulisnya, Jumat (28/2).

Pasal yang sama juga berlaku untuk persetujuan penggunaan awasan cagar budaya Monas sebagai arena balapan Formula E.

Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya menduga adanya dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh Tim Sidang Pemugaran Provinsi DKI Jakarta yang telah menyampaikan rekomendasi mereka.

Untuk itu Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya meminta pihak-pihak yang tengah melakukan revitalisasi dan pembangunan fasilitas formula E menghentikan dulu seluruh kegiatan mereka sebelum seluruh syarat formil dan materil dalam UU Cagar Budaya, khususnya pasal tentang revitalisasi dan pemanfaatan yang akan menimbulkan dampak kerusakan pada kawasan.

"Persetujuan yang maladministrasi bisa berdampak pada gugurnya keabsahan persetujuan tersebut, dan segala tindakan perubahan terhadap kawasan cagar budaya dengan persetujuan yang cacat dapat menjadi bukti telah terjadi pengrusakan terhadap kawasan cagar budaya dan itu merupakan tindak pidana," pungkas Teguh.[dod]

Komentar Pembaca
Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

RABU, 04 MARET 2020 , 10:02:00