Beredar "Surat" Perintah Buka Segel Diskotek Golden Crown

Peristiwa  MINGGU, 01 MARET 2020 , 00:04:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Beredar

Surat perintah buka segel Diskotek Golden Crown/Ist

Melalui sebuah WhatsaApp Grup, beredar sepotong surat bertanda tangan Kepala Dinas Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia yang cukup mengejutkan.

Dalam surat tanpa logo Pemprov DKI Jakarta tersebut berisi permintaan kepada Kepala Satpol PP DKI Jakarta agar membuka segel Diskotek Golden Crown yang sejak 7 Februari lalu Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP)-nya sudah dicabut.

Dalam surat tanggal 8 Februari 2020 tersebut juga tertulis bahwa pembukaan segel mengacu pada Pasal 39 Pergub No.18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata

Saat dikonfirmasi, Kepala Disparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menegaskan, surat pembukaan segel Diskotek Golden Crown adalah tak benar alias hoaks.

"Itu surat hoaks," kata Cucu melalui layanan pesan singkat WhatsaApp yang diterima Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Sabtu malam (29/1).

Cucu memastikan tak pernah mengeluarkan surat pencabutan segel PT. Mahkota Aman Sentosa selaku pemilik usaha Diskotek Golden Crown.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan tegas mencabut TDUP PT. Mahkota Aman Sentosa selaku pemilik usaha Diskotek Golden Crown pada 7 Februari 2020.

Keputusan tersebut dikeluarkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Benni Aguscandra.

Surat keputusan Nomor 19 Tahun 2020 tersebut dikeluarkan berdasar pada surat dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf).

Sudah resmi TDUP dicabut,” ujar Kepala Disparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, Jumat (7/2).

Cucu mengeluarkan dua surat. Yakni surat No. 431/-1.751.21 yang ditujukan kepada Kepala Satpol PP dan no. 432/-1.751.21 kepada Kepala DPMPTSP.

Dalam suratnya kepada Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Cucu meminta agar segera dilakukan penutupan terhadap Diskotek Golden Crown yang beralamat di Glodok Plaza, Jakarta Barat tersebut.

Kemudian surat kepada Kepala DPMPTSP, Cucu menyebut bahwa ada pelanggaran terhadap Pasal 56 Pergub No.18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. Sehingga perlu segera dicabut izin TDUP Golden Crown.

Hal ini terbukti dengan adanya dari media massa. Cucu merujuk pada pemberitaan yang dibuat oleh dua situs berita online yakni dari Sindonews dan Okezone.

Berdasar pemberitaan tersebut terindikasi kuat ada pelanggaran terhadap penyalahgunaan dan pembiaran penggunaan narkotika pada pengunjung di tempat usahanya,” tulis Cucu.

Terhitung sejak 7 Februari 2019, diskotek Golden Crown dipastikan tidak boleh berkegiatan lagi.

Sebelumnya, BNNP DKI Jakarta bersama Polisi Militer (PM) mengamankan 107 pengunjung Diskotek Golden Crown, Taman Sari, Jakarta Barat, positif narkoba.

Mayoritas pengunjung tersebut positif memakai shabu dan ekstasi. Pengunjung positif narkoba tersebut terdiri sari 44 orang laki-laki dan 63 orang perempuan.

Mereka kemudian dibawa ke Kantor BNNP DKI Jakarta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Ada 184 orang yang kami lakukan tes urine, dan diperoleh hasil 107 orang positif narkoba. Setelah kami lakukan pendataan mereka akan direhabilitas," kata Kabid Pemberantasan BNNP DKI Jakarta Budi Setiawan, Kamis (6/2).

Selain merazia Golden Crown, BNNP DKI Jakarta juga menyasar THM Venue di kawasan Jakarta Selatan. Di tempat itu, dari 105 orang yang dites, hanya seorang yang positif narkoba.

Razia narkotika di tempat hiburan malam tersebut berlangsung pada Rabu (5/2) mulai pukul 23.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB pagi, Kamis (6/2).

Dalam razia tersebut tim gabungan BNNP menerjunkan 120 personil dengan menurunkan anjing pelacak.[dod]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00