Rumah Yang Disita KPK Ternyata Milik Mertua Emirsyah Satar

Hukum  JUM'AT, 06 MARET 2020 , 05:56:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Rumah Yang Disita KPK Ternyata Milik Mertua Emirsyah Satar

Sidang lanjutan terdakwa Emirsyah Satar/Ist

Rumah mewah di Pondok Indah, Jalan Pinang Merah II Blok SK Persil 7 dan 8 yang sebelumnya disita KPK terkait perkara Emirsyah Satar ternyata adalah milik almarhum ibu mertua Emirsyah Satar, Mia Suhodo.

"Rumah mewah di Pondok Indah yang sebelumnya disita KPK terkait perkara Emirsyah adalah milik Ibu mertua Pak Emirsyah," kata saksi Sandrani Abubakar, puteri Mia Suhodo dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

Sandrani Abubakar merupakan saudara kembar dari almarhum Sandrina Abubakar, isteri Emirsyah Satar.

Hal itu diungkapkan Sandrani Abubakar bahwa pembelian rumah tersebut oleh ibunya, Mia Suhodo karena almarhum ingin mencari rumah yang lebih kecil, supaya biaya perawatan lebih murah dan juga ada uang simpanan karena orang tuanya sudah tidak bekerja lagi.

Sandrani meyakini rumah tersebut dibeli Mia Suhodo setelah almarhum menjual rumah lamanya di Permata Hijau.

Tetapi setelah rumah di Pondok Indah tersebut dibeli, Mia Suhodo justru menghibahkan rumah lamanya di Permata Hijau kepada Sandrina Abubakar.

Terkait renovasi yang dilakukan, saksi Nana Hadna yang juga dihadirkan dalam sidang hari ini menyatakan bahwa rumah di Pondok Indah tersebut adalah rumah milik Mia Suhodo dan sepengetahuannya yang membayar ongkos renovasi ke saksi juga Mia Suhodo.

Dalam sidang hari ini menghadirkan 6 saksi, masing-masing Sandrani Abubakar, Friatma Mahmud, mantan General Manager Finance Garuda di Singapura, Nana Hadna (kontraktor yang merenovasi rumah mertua Emirsyah Satar di Pinang Merah), karyawan Bank UOB Florentina Damayanti, dan Hendi Kurniawan.

Sidang tersebut juga terungkap bahwa pembayaran pembelian Apartemen Silversea yang dahulu dimiliki Emirsyah Satar di Singapura dilakukan melalui Friatma Mahmud, karena ketentuan dan mekanisme perbankan di Singapura pembayaran jarang melalui transfer, melainkan lewat cek.

Selanjutnya Friatma Mahmud menegaskan pembelian Apartemen Silversea oleh Emirsyah Satar dilakukan setelah Emirsyah menjual apartemen yang dimiliki sebelumnya di Belmont Road.

Emirsyah Satar di penghujung sidang membenarkan kalau ia memang meminta tolong Friatma Mahmud membayarkan pembelian apartemen karena bank mensyaratkan pembayaran harus dilakukan dengan cek, sementara rekening yang dimiliki Emirsyah adalah saving account.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00