Jokowi Ngotot Jadikan Ahok Kepala Badan Otoritas IKN, Pengamat Ini Curigai Sama-sama Pegang Kartu

Polhukam  SENIN, 09 MARET 2020 , 09:53:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jokowi Ngotot Jadikan Ahok Kepala Badan Otoritas IKN, Pengamat Ini Curigai Sama-sama Pegang Kartu

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Kemunculan nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai kandidat Kepala Badan Otoritas Ibukota Negara (IKN) baru menuai kritik dari sejumlah kalangan.

"Saya mengkritisi ya. Kita punya penduduk 250 juta. Masa nggak ada yang lain sih? Kenapa hanya Ahok?," tegas pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (9/3).

Pernyataan Ujang tersebut bukan tanpa alasan. Mengingat Ahok pernah dipenjara karena tersandung kasus pidana penistaan agama. Alasan berikutnya adalah karena masih banyak tokoh hebat di negeri ini selain Ahok.

Untuk itu Ujang menyarankan semestinya Presiden Jokowi bisa memikirkan dan memberikan kesempatan untuk tokoh lainnya dalam menyelesaikan persoalan itu.

Alasan terakhir Ujang menduga Presiden Jokowi ingin mengembalikan Ahok kepada posisinya.

"Sehingga kita tidak tahu apakah dibelakang mereka sama-sama punya kartu atau tidak. Ini kan membahayakan publik ya," tegas Ujang.

"Akhirnya semakin dalam ketidakpercayaan masyarakat kepada kepemimpinan Jokowi," pungkasnya.

Dalam kesempatan lainnya di sebuah diskusi, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menilai, penolakan terhadap Ahok banyak disandarkan pada kebencian.

"Kalau dia (Ahok) punya kemampuan, kalau dia punya leadership, kalau dia punya management yang bagus, kalau dia memberikan perhatian full terhadap kepercayaan amanah yang diberikan oleh Presiden untuk memimpin CEO dari IKN, kenapa mesti pakai agama apa orang-orang ini semua?," ucap Ngabalin kepada wartawan di Upnormal Coffee Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (8/3).[dod]

Komentar Pembaca