Sebentar Lagi Bulan Puasa, Pak Anies, Tolong Cegah Dinas Bina Marga Gusur Kami

Megapolitan  SENIN, 09 MARET 2020 , 10:06:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sebentar Lagi Bulan Puasa, Pak Anies, Tolong Cegah Dinas Bina Marga Gusur Kami

Ibu Hasnah/Ist

Warga di sepanjang proyek Jalan Tol Dalam Kota Sunter-Pulogadung di wilayah Cakung, Jakarta Timur, sedang resah. Sebab, bangunan mereka yang kebanyakan dijadikan tempat usaha akan dibongkar dalam waktu dekat oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Mereka sedih, sebab pembongkaran akan dilakukan saat umat Islam bersiap-siap menyambut bulan suci Ramadhan.

"Kami minta Pak Gubernur Anies Baswedan memberi keringanan. Jangan bongkar bangunan kami sekarang, karena ini kan mau bulan puasa dan Idul Fitri, kami masih mau usaha karena butuh uang untuk kebutuhan puasa dan Idul Fitri," keluh Hasnah, seorang warga yang membuka usaha warung makan kepada wartawan, Senin (9/3).

Kami mengharapkan Anies Baswedan menginstruksikan staf di bawahnya, dalam hal ini Kepala Dinas Bina Marga dan Satpol PP untuk tidak melakukan pembongkaran paksa.

"Karena kami warga telah mendengar isu-isu akan ada pembongkaran paksa," ujar Hasnah.

"Kalau digusur sekarang kami tidak akan punya uang untuk Ramadhan dan Idul Fitri. Kami juga tidak akan bisa mudik Lebaran nanti, kalau tempat usaha kami dibongkar," sambungnya.

Warga lainnya, Anwar, pemilik usaha bengkel sepeda motor mengaku sedih. Sebab usaha yang sudah dibukannya sejak bertahun-tahun lalu akan dibongkar.

Ia hanya berharap, pembongkaran tidak dilakukan buru-buru, karena ia masih perlu mengumpulkan uang untuk membuka usaha baru di tempat lain.

"Paling tidak, kalaupun mau dibongkar sebaiknya tunggu sampai habis lebaran lah. Jangan sekarang," harap Anwar.

Sementara itu, berdasarkan temuan di lapangan, kondisi Jalan Raya Bekasi dari Gedung Master Steel hingga Grand Cakung, Jakarta Timur, rusak parah.

Ruas jalan arah Bekasi maupun arah Pulogadung tersebut rusak dan berlubang. Selain berlubang, kondisi jalan ini juga tak sama rata lantaran ada beberapa sisi jalan yang berlubang ditambal kembali menggunakan aspal.

Akibat kerusakan ini, pengendara yang melewati ruas jalan tersebut harus memperlambat laju kendaraannya

Jalan sepanjang 6,3 kilometer ini diduga rusak karena pembangunan jalan tol dalam kota yang membuat jalan tersebut sering dilewati kendaraan berat proyek.[dod]

Komentar Pembaca