Omnibus Law Titipan Investor, Himapol Indonesia: Aksi 24 September Bisa Terjadi Lagi

Polhukam  SELASA, 10 MARET 2020 , 13:09:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Omnibus Law Titipan Investor, Himapol Indonesia: Aksi 24 September Bisa Terjadi Lagi

Alif Fathurrahman/Ist

Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) adalah rancangan undang undang 'titipan' dari kaum pemilik modal kepada pemerintah. Tidak heran jika banyak isi RUU tersebut seakan ditutupi dan tidak diberikan penjelasan yang jelas.

Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia (Himapol Indonesia), Alif Fathurrahman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/3).

"Kami melihat ada kepentingan Asing di dalamnya. Terbukti ketika draf ini muncul ke permukaan, tidak lama berselang Indonesia di tetapkan sebagai salah satu negara maju oleh Amerika Serikat," kata Alif.

Menurutnya, predikat tersebut sangat bertolak belakang dengan situasi yang sesungguhnya terjadi. Dimana masih banyak aspek tertinggal, sebut saja pemerataan ekonomi, pendidikan, jaminan kesehatan dan upah yang tidak sesuai serta lainnya.

Omnibus Law, lanjut Alif, hanya berpihak kepada Investor tidak kepada rakyat yang bekerja. Tak hanya itu, naskah akademik yang diperlihatkan dalam Omnibus Law sendiri adalah naskah akademik paling buruk dalam sejarah Indonesia.

Untuk itu Alif menyatakan, mahasiswa Indonesia meminta pemerintah untuk membatalkan seluruh pasal yang ada di dalam Omnibus Law serta meminta pemerintah untuk lebih melihat kepada rakyat bukan investor.

"Ketika ini tetap dilakukan maka bukan tidak mungkin aksi seperti tanggal 24 September 2019 di depan Gedung DPR RI akan terjadi lagi," tegasnya.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00