Pascasarjana UNJ Gelar Seminar Nasional "Merdeka Belajar", Fokus Cetak Guru Bermutu

Ragam  SELASA, 10 MARET 2020 , 19:27:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pascasarjana UNJ Gelar Seminar Nasional

Prof Nadiroh/Ist

Program Merdeka Belajar dalam Mencapai Indonesia Emas 2045 melalui kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim dengan optimisme tinggi, yaitu dengan cepat mempersiapkan diri, memetakkan potensi, kekuatan serta kelemahan yang dimilikinya untuk dapat berperan mencetak tanaga kependidikan dan tenaga non kependidikan yang mampu bekerja secara profesional.

Dengan semangat tersebut, Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk "Merdeka Belajar: Dalam Mencapai Indonesia Maju 2045" di Kampus UNJ, Selasa (10/3).

Direktur Pascasarjana UNJ Prof Nadiroh mengatakan, program Merdeka Belajar kembali kepada sumber SDM guru itu sendiri dari cetakan LPTK harus disiapkan dan didukung dengan baik.

"Sebab betapa meski kurikulum dan sistem pendidikan yang tersusun dengan baik dan lengkap, numun ketika pelaksana di lapangan oleh guru-guru yang merupakan produk dari LPTK tidak tersiapkan dengan baik, maka proses pendidikan tidak akan menghasil SDM yang unggul, maju, cerdas dan berkarakter, sebagaimana cita-cita luhur bangsa Indonesia," kata Nadiroh yang juga Guru Besar Bidang Kependudukan dan Lingkungan Hidup UNJ dalam rilis tertulis yang diterima redaksi.

Nadiroh menambahkan bahwa LPTK yang tersebar di seluruh Indonesia harus terus berbenah, memiliki atensi tinggi terhadap perubahan, terus meningkatkan kualitas diri serta mengembangkan sistem perkuliahan yang dinamis dan adaptif menyesuaikan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan.

"Kebijakan Mendikbud berupa 'Merdeka Belajar-Kampus Merdeka' menjadi terobosan baru dalam sistem pendidikan tinggi. Sangat menarik untuk dibedah sekaligus dikaji untuk supaya dapat bersama-sama diimplementasikan dalam dunia universitas," ujar Nadiroh.

"Mendefinisikan merdeka dengan benar bukan kebebasan tetapi istiqlal bebas hatinya, bersih plong tidak menyimpan rasa yang tidak baik untuk bisa merdeka harus menjadikan diri kita manusia. Untuk menjadi manusia harus menjadi pemurah kasih sayang termasuk terhadap makhluk hidup lain, terus menerus dengan belajar mensinergiskan antara pengetahuan dan ilmu sampai menemukan rahmat yang dirasasan sehingga kita fatonah," ucap Nadiroh.

Hasil kegiatan seminar nasional ini, menurut Nadiroh, akan disusun sebagai policy brief (ringkasan kebijakan) pendidikan nasional, serta dilengkapi pemikiran dari kalangan akademisi, praktisi dan pihak lain yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam proses pendidikan nasional.

"Sebagai kajian akademis dalam rangka menyusun 'grand desain penyiapan SDM menghadapi berbagai tantangan global', sehingga dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan Kemendikbud dalam proses pembangunan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan," terang Nadiroh. Seminar nasional dibuka Rektor UNJ, Dr. Komarudin, M.Si yang fokus mengkaji peningkatan kualitas pendidikan.

"Kualitas pendidikan bertujuan untuk memformulasikan peluang dan tantangan dalam mencapai standar mutu pendidikan melalui kajian evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar (KBM) sesuai kebijakan Merdeka Belajar, disamping implementasi Merdeka Belajar di berbagai ranah pendidikan formal," kata Komarudin.

Acara dipandu moderator Prof. Eko Indrajid dan tampil sebagai pembicara antara lain: Dr. Subendi, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Bappenas; Dr. M. Hasbi, Direktur PAUD dan Dikdasmen Kemendikbud; Dr. Komarudin, M.Si, Rektor UNJ; Prof. Dr. Didin Wahyudin mewakili Rektor UPI Bandung dan Prof. Dr. Sylviana Murni, Anggota DPD RI.

Sementara pembahas dalam seminar nasional Merdeka Belajar ini adalah Direktur Pascasarjana UNJ, Prof. Dr. Nadiro, M.Pd; Ketua Senat UNJ, Prof. Dr. Hafid Abbas dan Ketua Umum PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rasyidi.[dod]

Komentar Pembaca