Debat Terbuka Konvensi PSI Tangsel, Fahd Pahdepie Dinilai Miliki Syarat Calon Pemimpin

Nusantara  MINGGU, 15 MARET 2020 , 21:00:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Debat Terbuka Konvensi PSI Tangsel, Fahd Pahdepie Dinilai Miliki Syarat Calon Pemimpin

Konvensi penjaringan calon walikotabTangsel Partai Solidaritas Indonesia/Ist

Meski merupakan peserta termuda dalam konvensi penjaringan calon walikota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Fahd Pahdepie tampil penuh percaya diri dengan penguasaan masalah yang baik.

Demikian disampaikan salah satu panelis debat, Djaka Badranaya yang merupakan akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

"Dari aspek kesiapan, baik komunikasi publik maupun penguasaan materi dan kedalaman analisa, kandidat Fahd memiliki keunggulan yang mumpuni," kata Djaka, Minggu (15/3).

Menurut Djaka, hal ini penting, karena salah satu prasyarat dasar bagi calon pemimpin sebuah wilayah atau kota harus memahami benar kondisi warganya, wilayahnya, masalahnya, potensinya dan mampu ke depan menggerakan semua sumber daya tersebut untuk mewujudkan tujuan berpemerintahan yaitu kesejahteraan rakyatnya.

Dalam debat konvensi calon walikota Tangsel tersebut, terlihat di sesi kedua Fahd mengajukan pertanyaan yang tajam kepada Azmi Abu Bakar mengenai permasalahan ormas di Tangsel serta kultur 'shadow state' yang cenderung koruptif dan buruk untuk iklim investasi.

Sementara itu, Fahd yang menyampaikan visi terwujudnya Tangsel maju, berbudaya dan berkeadilan melalui kreativitas, inovasi dan kolaborasi ini, menjawab dengan lugas pertanyaan Kokok Dhirgantoro mengenai strategi peningkatan pendapatan daerah.

Fahd menyebut Kokok hanya melihat data namun tidak berpijak pada realita.

"Pembangunan harus dikerjakan dengan berpijak pada realitas," ujar Fahd.

Sayangnya, debat terbuka konvensi PSI ini tidak dihadiri seluruh kandidat. Dari 11 kandidat yang lolos pada tahapan sebelumnya, 3 kandidat terlihat tidak hadir. Mereka adalah puteri Wapres Siti Nur Azizah, aktivis ICW Ade Irawan, dan Kemal Mustofa.

Dari seluruh peserta konvensi PSI yang lolos ke tahap berikutnya, Fahd merupakan yang paling muda.

Meski begitu, ia dianggap memiliki kapabilitas dan kemampuan menguasai persoalan. Selain mampu menggerakkan pemilih milenial di Tangsel.[dod]

Komentar Pembaca