Sebar Hoaks Pegawai Toko Di PGC Terinfeksi Corona, Wanita Muda Ini Dipolisikan

Peristiwa  SENIN, 16 MARET 2020 , 10:46:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sebar Hoaks Pegawai Toko Di PGC Terinfeksi Corona, Wanita Muda Ini Dipolisikan

PGC Jakarta Timur/Net

Ans (20), seorang pegawai toko di Pusat Grosir Cililitan (PGC) Jakarta Timur harus berurusan dengan pihak berwajib, karena diduga telah menyebarkan video hoaks soal virus Corona.

Dari informasi yang diperoleh Kantor Berita Politik RMOLJakarta, setelah dilakukan pemeriksaan marathon sejak Minggu kemarin (15/3), penyidik Polres Jakarta Timur, hari ini Senin (16/3), resmi menahan Ans.

Surat penahanan Ans sendiri ditandatangani Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo.

Ans dijerat dengan Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Undang-Undang No. UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kasat Intel Polres Jakarta Timur AKBP Deddy Tetra yang dikonfirmasi mengaku akan melakukan pengecekan lebih dahulu soal informasi penahanan Ans.

"Saya tanya penyidik dulu ya," kata Deddy, singkat.

Diketahui, pada Minggu kemarin (15/3), melalui media sosial, beredar video sebuah ambulans yang sedang mengangkut seseorang yang tidak disebut identitasnya untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

Karena dalam penanganannya dilakukan seperti cara penanganan korban virus Corona, maka hal itu dianggap sebagai kasus virus Corona.

Manajemen PGC Jakarta Timur juga membantah informasi yang beredar bahwa ada salah seorang yang bekerja di PGC terjangkit virus Corona (Covid-19).

Betul ada mobil ambulans datang membawa seorang yang sakit dari PGC Cililitan. Namun orang tersebut bukan dibawa karena menderita Covid-19. Melainkan sakit karena kelelahan serta memiliki riwayat penyakit asma,” kata Property Manager PGC Jakarta Jumono Josafat dalam rilisnya.

Menurut Jumono, kedatangan ambulans ke PGC Jakarta atas inisiatif dari salah satu pemilik toko yang bersangkutan. Tujuannya agar segera mendapatkan pertolongan dengan membawa ke rumah sakit terdekat.

Dari informasi yang diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, kata Jumono, maka orang atau pasien tersebut sudah diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit tanpa dirawat.

Dan tidak ada gejala Covid-19. Namun di video yang beredar seolah-olah ada korban Covid-19 di PGC,” kata Jumono.

Oleh karena itu, Jumono mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan isu atau berita-berita hoaks beredar.[dod]

Komentar Pembaca