Rupiah Babak Belur, DPR Harus Panggil Jokowi

Polhukam  KAMIS, 19 MARET 2020 , 11:45:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rupiah Babak Belur, DPR Harus Panggil Jokowi

Presiden Jokowi/Ist

Dunia sedang digegerkan dengan penyebaran virus Corona yang sangat membahayakan. Tidak hanya mengancam kesehatan, virus mematikan asal Wuhan, China ini juga berdampak pada sektor perekonomian.

Nilai mata uang Indonesia, Rupiah pun semakin anjlok dan babak belur. Setelah tembus Rp 15.000 per dolar AS pada Selasa lalu (17/3). Hari ini, Kamis (19/3), rupiah tembus Rp 16.000 per dolar AS, tepatnya Rp 16.052 per dolar AS pada pukul 10.32 WIB.

Angka tersebut adalah lebih rendah dari nilai tukar rupiah pada Juli 1998 atau ketika krisis moneter.

"Atas semua kebijakan dan akibat-akibatnya, adalah berasal dari perbuatan penyelenggara tertinggi negara yaitu Presiden RI dan para pembantunya yang salah atau keliru," ungkap Ketua Aliansi Anak Bangsa, Damai Hari Lubis, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (19/3).

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, Damai Hari Lubis meminta penanganan secara kontitusi atas hal ini mesti di tegakan yakni dengan DPR RI selaku delegasi rakyat membuat pansus dan segera memanggil Presiden Jokowi.

"DPR RI harus segera membuat pansus karena Jokowi paling tidak sudah melanggar beberapa undang-undang yaitu UU Kesehatan, UU Keterbukaan Informasi Publik dan UU admministrasi pemerintahan," tegasnya.

"Panggil presiden minta pertanggungjawabannya selaku kepala pemerintahan RI atau sebagai penyelenggara negara tertinggi," pungkas Mujahid 212 itu.[dod]

Komentar Pembaca