Kejagung Mulai Bidik Dugaan Korupsi Walikota Jambi

Hukum  JUM'AT, 20 MARET 2020 , 20:57:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kejagung Mulai Bidik Dugaan Korupsi Walikota Jambi

Hendri Sastra/Net

Kasus tindak pidana korupsi proyek pipanisasi pembangunan air bersih di Tanjung Jabung Barat, Jambi, memasuki babak baru.

Penyidik Kejaksaan Agung hari ini, Jumat (20/3), mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Jambi untuk memeriksa mantan Kepala Dinas PU Tanjung Jabung Barat Hendri Sastra. Hendri telah divonis bersalah.

Dalam persidangan, Hendri menyebut nama dua pejabat di Jambi, Syarif Fasha yang kini menjabat sebagai Walikota Jambi dan Safrial Bupati Tanjung Jabung Barat yang diduga sama-sama menikmati jatah fee hasil korupsi dari proyek pipanisasi pembangunan air bersih di Tanjung Jabung Barat.

"Benar, hari ini Hendri Sastra diperiksa penyidik Kejagung. Kejati Jambi hanya memfasilitasi saja," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Yudi Sutoto saat dihubungi Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat malam (20/3).

Namun Yudi enggan membocorkan materi pemeriksaan terhadap Hendri Sastra.

"Itu kewenangan Kejagung," ujar Yudi.

Namun informasi yang beredar, pemeriksaan Hendri untuk mendalami keterlibatan Syarif Fasha dan Safrial.

Diketahui, pada 31 Juli 2019, Syarif Fasha sudah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait proyek tersebut di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Namun ternyata Syarif Fasha mangkir.

Syarif Fasha saat itu selaku Pelaksana Pekerjaan Proyek Pipanisasi Pembangunan Air Bersih di Kabupaten Tanjabar tahun anggaran 2009-2010.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Jokowi Watch Tigor Sitorus mendesak aparat penegak hukum memproses Walikota Jambi Syarif Fasha yang terindikasi terlibat dugaan proyek pipanisasi.

Tigor mengatakan, Kejaksaan Agung pernah memanggil pria berusia 51 tahun tersebut, namun hingga kini belum jelas ujungnya.

"Proses semua yang terlibat. Jangan tebang pilih," kata Tigor.

Menurut Tigor, keterangan Hendri Sastra sangat penting. Sebagai Kepala Dinas PU dia mengakui bahwa dalam pelaksanaan proyek pipanisasi, Syarif Fasha mengendalikan penuh.

Tigor menambahkan, pengadaan pipanisasi di Tanjung Jabung Barat sudah berlangsung dari tahun 2007, namun kejaksaan hanya mengusut tahun anggaran 2009 dan 2010.

Yang menjadi janggal, paket tahun 2007 disinyalir langsung dilaksanakan sendiri oleh Syarif Fahsa melalui perusahaannya sendiri PT Bina Konsindo Persada.

Kasus korupsi pembangunan jaringan air bersih di Tanjabbar ini sudah menyeret empat orang tersangka, dengan kerugian negara sebesar Rp 18 miliar lebih. [dod]

Komentar Pembaca
Viral!! Aksi Menunggang Sapi Raksasa di Boyolali
Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

JUM'AT, 10 JULI 2020 , 21:30:00

New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

MINGGU, 05 JULI 2020 , 02:30:19

Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok
Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading