Surat Prasetio Edi Marsudi Dianggap Cacat Hukum

Politik  SABTU, 21 MARET 2020 , 08:05:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Surat Prasetio Edi Marsudi Dianggap Cacat Hukum

Prasetio Edi Marsudi/Ist

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi memutuskan untuk menunda pelaksanaan paripurna pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Keputusan ini diambil Prasetio dengan pertimbangan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Jakarta yang masif.

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru ( Katar ), Sugiyanto menilai penundaan rapat paripurna DPRD untuk pemilihan wagub DKI Jakarta jangal dan berpotensi cacat hukum.

Pasalnya, surat itu telah bocor ke publik dan menjadi pemberitaan pada beberapa media online sebelum surat itu sah ada parafnya paling sedikit dua orang Wakil Ketua DPRD.

Surat Pak Prasetio janggal dan berpotensi cacat hukum," kata Sugiyanto melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (21/3).

Berdasarkan Pasal 80 Ayat 3 Tata Tertib DPRD DKI Jakarta No 1 Tahun 2020, surat yang dikeluarkan DPRD minimal diparaf oleh dua wakil ketua DPRD.

Pada pasal 80 ayat (3) aturan tersebut menyebutkan bahwa penandatanganan surat-surat dilakukan oleh Ketua DPRD dengan pemaraf serta paling sedikit 2 (dua) orang Wakil Ketua.

Seharusnya surat itu tidak bocor kemana-mana. Karena belum sah. Ini pelanggaran, harus ada tim investigasi untuk meyelidiki bocornya surat tersebut,” ungkap Sugiyanto.

Sugiyanto berpendapat alasan penundaan pemilihan Wagub karena wabah Covid 19 juga tidak tepat.

Memang ada wabah Covid 19 di Jakarta, tetapi pemilihan wagub juga penting agar Gubernur Anies Baswedan bisa terbantu dalam banyak hal. Pemilihan wagub juga dibatasi waktu paling lambat 18 bulan sebelum masa tugas gubernur,” pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok