Ngotot Pemilihan Wagub DKI, DPRD Dianggap Tak Berperikemanusiaan

Politik  RABU, 25 MARET 2020 , 13:06:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ngotot Pemilihan Wagub DKI, DPRD Dianggap Tak Berperikemanusiaan

Gedung DPRD DKI Jakarta/Net

Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun mengkritik Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur DKI Jakarta yang bersikeras akan menggelar pemilihan pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat (27/3) lusa.

Ubedilah mengatakan, sidang paripurna merupakan agenda politik yang bisa ditunda oleh pimpinan DPRD. Hal ini berbeda dengan pandemi Covid-19.

"Dalam logika politik pemerintahan, sesungguhnya DPRD DKI Jakarta bisa dinilai melakukan pelanggaran atau melawan imbauan Pemerintah Pusat untuk tidak mengumpulkan massa di tengah Covid-19," kata Ubedilah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/3).

Selain itu, menurut Ubedilah, dalam konteks gerakan lawan Covid-19, tindakan DPRD DKI tersebut bisa juga disebut melanggar atau melawan upaya keras Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang siang malam mengupayakan menanggulangi penularan Covid-19 semakin meluas.

Direktur Eksekutuf Center for Social Political Economic and Law Studies ( CESPELS) ini menilai, secara substansi, DPRD DKI tidak menghargai kemanusiaan.

Hal itu lantaran saat ini Pemerintahan Pusat telah menetapkan situasi sebagai darurat nasional. Alangkah lebih bijak jika Anggota DPRD menaati imbauan Pemerintah Pusat dan daerah dalam rangka sosial distensing

"Langkah DPRD melakukan paripurna di tengah pandemi Covid-19 sama saja menyetorkan anggota mereka dan warga Jakarta ditengah kerumunan Covid-19. Ini tindakan yang justru bertentangan dengan perikemanusiaan," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104