Digelar Di Tengah Wabah Covid-19, Pengamat: Ada Potensi Money Politic

Politik  RABU, 25 MARET 2020 , 20:09:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Digelar Di Tengah Wabah Covid-19, Pengamat: Ada Potensi Money Politic

Ubedilah Badrun/Net

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun memprotes menyayangkan sikap keras kepala Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ngotot menggelar pemilihan Wagub DKI di tengah wabah Covid-19.

Ubedilah menilai apa yang dilakukan Panlih Wagub DKI seakan memanfaatkan momentum lemahnya pengawasan publik terhadap DPRD DKI.

Publik sedang fokus dengan Covid-19. Kan pemilihan Wakil Gubernur DKI di DPRD DKI itu berdasarkan data pada pola-pola lama di masa Orde Baru,. Itu memungkinkan terjadinya money politic atau politik transaksional. Nah saat ini pertanyaannya adalah siapa yang mengawasi proses itu?,” kata Ubedilah saat dihubungi, Rabu (25/3).

Menurutnya, rencananya Panlih Wagub DKI tersebut juga tidak sejalan dengan imbauan Presiden Joko Widodo soal pencegahan penyebaran virus Corona, yakni tidak mengadakan pertemuan dengan jumlah orang banyak.

Ini juga menunjukkan DPRD DKI tidak mengindahkan perintah Presiden Joko Widodo dan upaya serius Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani Covid-19 ini. Jadi mengabaikan kebijakan nasional dan kebijakan daerah yang diarahkan semuanya untuk melakukan social distancing,” pungkas Ubedilah.[dod]

Komentar Pembaca