Jubir Covid Harus Mundur Secara Terbuka

Suara Rakyat  MINGGU, 29 MARET 2020 , 09:32:00 WIB

Jubir Covid Harus Mundur Secara Terbuka

Achmad Yurianto/Net

NYARIS satu bulan virus Covid-19 muncul di Indonesia. Kondisi dalam negeri semakin tidak jelas dan di ambang ketidakpastian. Masyarakat diselimuti rasa khawatir dan was-was. Ditambah kondisi sosial juga tidak mendukung untuk saling dukung.

Kondisi makin diperparah dengan pernyataan yang dilontarkan juru bicara pemerintah khusus penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

Yurianto meminta orang kaya dan orang miskin saling menolong dalam menghadapi pandemi virus Corona.

"Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya," ujar Yurianto dalam siaran langsung di BNPB, Jumat (27/3).
Dalam situasi darurat, mestinya masyarakat didorong untuk bersatu. Meniadakan si kaya maupun si miskin dalam pikiran semua pejabat yang ambil peran di depan masyarakat.

Terlebih sebagai jubir, seharusnya mampu memilih dan memilah kata yang mana mampu membuat keadaan tenang, bukan malah membuat kondisi semakin panas.

Sejak kondisi darurat diputuskan oleh pemerintah, seluruh masyarakat dalam kondisi yang sama. Khawatir. Keadaan ekonomi yang tidak jelas. Ditambah tidak adanya ketegasan dari pemerintah pusat terkait kondisi di daerah-daerah terdampak juga menjadi sumbangsih bagi ketidakpastian.

Perkataan yang menunjukkan bahwa si kaya melindungi yang miskin, dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak tertular, ini sangat tidak etis!

Sangat merendahkan dan tidak mengandung unsur-unsur menyatukan.

Perkataan ini menuduh, mencemarkan, bahkan membuat was-was dan mengancam keadaan sosial kita semakin parah, di tengah situasi yang semakin sulit seperti sekarang ini.

Untuk itu, kami memahami bahwa dalam kondisi seperti ini, Achmad Yurianto selaku jubir bersama dengan mereka yang berjuang dengan mengorbankan apapun, baik waktu maupun tenaga, mengalami kelelahan, dan lemahnya konsentrasi.

Tapi itulah resiko yang harus dialami. Begitu juga yang masyarakat alami. Jangan ada pikiran yang berbeda, karena masyarakat juga mengorbankan pekerjaan, mengorbankan usaha. Kita sama.

Maka dari itu jubir Covid -19, harus meminta maaf, dan sebaiknya dia mengundurkan diri saja di saat konferensi pers jika dia tidak mampu mengemban pekerjaan sebagai jubir.

Itu lebih baik, daripada membiarkan masyarakat terbelah dan memperburuk keadaan berbangsa dan bernegara di tengah situasi darurat seperti sekarang.[dod]

Adri Zulpianto Koordinator Alinasi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska)

Komentar Pembaca
Siti Fadilah Supari

Siti Fadilah Supari

KAMIS, 28 MEI 2020

Penguatan Optimisme Dari Ramadhan Dan Idul Fitri
Kapolda Fadil Imran Lebay

Kapolda Fadil Imran Lebay

SENIN, 25 MEI 2020

Pemerintah Plin-plan Bikin Rakyat Marah!
Vaksin Lebaran

Vaksin Lebaran

MINGGU, 24 MEI 2020

Tertangkap Virus

Tertangkap Virus

SABTU, 23 MEI 2020

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00