Lambat Cium Aroma Krisis, Sri Mulyani Kibarkan Bendera Putih?

Ekonomi  RABU, 01 APRIL 2020 , 15:07:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Lambat Cium Aroma Krisis, Sri Mulyani Kibarkan Bendera Putih?

Sri Mulyani Indrawati/Ist

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa wabah virus Corona akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot.

Skenario sangat beratnya, laju ekonomi tahun ini hanya tumbuh minus 0,4 persen. Sementara skenario berat pertumbuhan ekonomi, berkisar di angka 2,3 persen. Angka ini jauh dari target APBN 2020 yang sebesar 5 persen.

"Pemerintah terlambat mencium krisis. Terlihat dari postur APBN 2020 yang tidak pro counter cyclical," kata pengamat ekonomi dari Institute For Development of Economic and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara kepada redaksi, Rabu (1/4).

Bhima melanjutkan, Pemerintah seperti abai dan tidak punya sense of crisis. Ketika kondisi sudah buruk baru bertindak dengan mengeluarkan Perppu.

"Coba lihat asumsi makro mulai dari pertumbuhan ekonomi 5.3% padahal pertumbuhan kredit sudah turun dari 3 tahun terakhir," ujar Bhima.

Saat disinggung soal apakah predikat menteri keuangan terbaik yang disematkan kepada Sri Mulyani masih relevan dengan kondisi hari ini, Bhima enggan berkomentar.

"Kalau mau kibarkan bendera putih harusnya sudah dari tahun 2018," tegas Bhima.

Tidak hanya laju ekonomi yang goyah, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga akan semakin bertekuk lutut. Dalam skenario sangat berat Kementerian Keuangan, rupiah akan berada di angka Rp 20.000 per dollar AS.

Sedang skenario beratnya rupiah di angka Rp 17.500 per dollar AS. Adapun target APBN 2020 adalah sebesar Rp 14.400 per dollar AS.[dod]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00