Berlakukan PSBB, Nasib Mahasiswa Indekos Harus Diperhatikan

Peristiwa  KAMIS, 02 APRIL 2020 , 09:13:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berlakukan PSBB, Nasib Mahasiswa Indekos Harus Diperhatikan

Ilustrasi/Net

Presiden Joko Widodo memutuskanmenerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam menangani penyebaran wabah virus corona Covid-19.

Keputusan ini didasarkan pada status kedaruratan kesehatan masyarakat akibat virus corona Covid-19 yang telah ditetapkan. Kebijakan penerapan PSBB merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

"Sayangnya gubernur maupun pemerintah pusat belum ada perhatian terhadap kepentingan mahasiswa yang indekos. Mereka perlu diperhatikan akses terhadap kebutuhan bahan pokok," ujar Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi saat dihubungi redaksi, Kamis (2/4).

Ade menyampaikan demikian lantaran kebijakan physical distancing berupa work from home (WFH) serta belajar dan beribadah dari rumah turut diterapkan.

Dengan kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah lewat metode daring, artinya mahasiswa harus mengalokasikan uang sakunya khusus untuk tambahan pembelian kuota internet.

Selain itu, sebagian besar mahasiswa di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya statusnya perantauan, yang terpaksa harus indekos atau mengontrak selama menuntut ilmu.

Dengan begitu, Ade menegaskan, pemerintah pusat maupun daerah seharusnya juga harus menjangkau dengan memperhatikan nasib mereka.

"Tidak hanya insentif akademik, tapi juga akses makanan sehari-hari dan keamanan sosial mereka. Langkah awal bisa dilakukan pemda dengan memfungsikan kantor penghubung atau kantor perwakilan sebagai crisis center untuk mendata dan membantu kebutuhan mereka," jelas Ade. "Setidaknya di tingkat pusat, Kemendikbud dan Kemensos musti berperan aktif membantu para mahasiswa di perantauan," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca