Warga Protes Pencopotan Kapolsek Kembangan

Peristiwa  KAMIS, 02 APRIL 2020 , 13:28:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Warga Protes Pencopotan Kapolsek Kembangan

Kompol Fahrul Sudiana dan istri/Net

Warga memprotes keputusan Polda Metro Jaya yang mencopot jabatan Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana hanya karena menggelar acara resepsi pernikahannya di Hotel Mulia, Jakarta Pusat pada Sabtu (21/3).

Padahal resepsi pernikahan Kompol Fahrul Sudiana sudah mengantongi izin serta dihadiri sejumlah petinggi Polri. Salah satunya Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Hendro Pandowo.

"Kalau memang dilarang, seharusnya ada pemberitahuan dari pimpinannya agar ditunda. Tapi ternyata tidak ada pemberitahuan agar ditunda,” ujar Tokoh Pemuda Kembangan, Umar Abdul Aziz melalui keterangan tertulisnya, Kamis (2/4).

Umar juga menyayangkan langkah mutasi cuma hanya hal sepele karena pesta pernikahan. Padahal menurut Umar, Fahrul merupakan sosok Kapolsek muda yang berprestasi. Hal itu, terbukti dengan suksesnya acara Tiga Pilar Cup 2020.

Fahrul salah satu prakarsa serta panitia Turnamen Sepakbola Tiga Pilar Jakbar Tahun 2020,” kata Umar.

Saat ini Fahrul dimutasi ke Bagian Analis Kebijakan di Polda Metro Jaya.

Berdasarkan perintah Kapolda Metro Jaya sejak hari ini yang bersangkutan (Kompol Fahrul Sudiana) dimutasikan ke Polda Metro Jaya sebagai Analis Kebijakan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4).

Fahrul dimutasi karena dinilai telah melanggar Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona ( Covid-19) tertanggal 19 Maret 2020.

Maklumat Kapolri tersebut mengatur pembubaran kerumunan massa untuk mencegah penyebaran virus Corona. Dalam maklumat itu, kegiatan pengumpulan massa yang dapat dibubarkan diantaranya kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh Propam Polda Metro Jaya, yang bersangkutan telah melanggar disiplin dan Maklumat Kapolri dalam rangka menghadapi penyebaran Covid-19, agar tidak ada kegiatan masyarakat yang sifatnya mengundang massa,” ungkap Yusri.

Dikatakan Yusri, dalam hal ini, Maklumat Kapolri tidak hanya berlaku untuk masyarakat saja, tapi berlaku juga untuk anggota Polri dan keluarganya. Jadi, kalau ada yang tidak menaati, siapapun itu harus siap dengan segala konsekuensinya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menerbitkan Surat Telegram Nomor: ST/297/IV/KEP tanggal 4 April 2020.

Berdasarkan surat yang ditandatangani Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol Mardiyono ini jabatan Kapolsek Kembangan akan diemban Kompol Irawan, yang sebelumnya menjabat Bagwassidik Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Sedangkan, Maklumat Kapolri ditandatangani tanggal 19 Maret 2020, tapi tidak melalui proses sosialisasi. Sedangkan pemberitaan di media massa soal Maklumat Kapolri mulai tanggal 23 Maret 2020.[dod]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00