Pakar Hukum: Ninmedia Tak Bisa Dipidana Pakai UU ITE

Hukum  KAMIS, 02 APRIL 2020 , 15:49:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pakar Hukum: Ninmedia Tak Bisa Dipidana Pakai UU ITE

Nella Sumika Putri/Ist

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Padjajaran (Unpad) Nella Sumika Putri, menilai vonis hakim PN Jakarta Barat terhadap Dirut PT Ninmedia Indonesia dan Dirut PT Nadira Intermedia Nusantara, tidak tepat.

Menurutnya, Ninmedia sebagai lembaga penyiaran berlangganan (LPB) yang memiliki izin resmi dari pemerintah tidak dapat dipidana.

Ninmedia dan lembaga penyiaran itu kan harus berizin. Harusnya, kalau dia sudah mendapatkan izin yang sah dari pemerintah, lembaga tersebut memiliki kekuatan yang sah untuk tidak dipidana. Sepanjang dia melakukan hal-hal yang ditentukan oleh UU Penyiaran itu sendiri dalam proses penyiarannya," kata Nela kepada wartawan, Kamis (2/4).

Nella menambahkan, penyiaran konten free to air yang dilakukan Ninmedia itu dibenarkan oleh UU Penyiaran dan tidak dapat dijerat dengan undang-undang ITE.

Sehingga, Ninmedia sebagai lembaga penyiaran yang mendapatkan izin resmi dari pemerintah memiliki hak untuk menyiarkannya.

Maka perbuatan melawan hukum yang terdapat di dalam UU ITE telah dihapuskan dan dibenarkan oleh UU Penyiaran.

Sepanjang operasional tersebut dibenarkan undang-undang, tidak dapat dikenakan pemidanaan. Seperti misalnya menyiarkan dalam konteks free to air, sepanjang memang itu dalam ranah free to air itu dibenarkan karena dia memang diberikan hak untuk melakukan hak siar tersebut," tegas Nella.

Sementara, Pakar Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Mudzakkir berpendapat UU ITE tidak dapat diberlakukan terhadap penyiaran.

Mudzakkir menyatakan, UU ITE tidak berlaku untuk siaran dan penyelesaiannya wajib menggunakan UU Penyiaran.

Dua domain hukum yang berbeda tidak boleh disatukan, meskipun siaran juga menggunakan sarana teknologi informasi atau ITE," ucap Mudzakkir.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Indonesia Cable TV Association (ICTA) Mulyadi Mursali dan Sekretaris GOTV Kabel, Candi Sinaga, memprotes putusan majelis hakim PN Jakarta Barat yang menjatuhkan vonis kepada Dirut PT Ninmedia Indonesia dan Dirut PT Nadira Intermedia Nusantara, dengan hukuman 2 tahun penjara dan pidana denda masing-masing sebesar Rp500 juta berdasarkan laporan karyawan PT MNC Sky Vision.

PT Nadira Intermedia Nusantara yang dikenal masyarakat dengan nama udara Ninmedia merupakan Lembaga Penyiaran Berlangganan melalui satelit. Ninmedia telah memiliki izin penyelenggaraan penyiaran dari Pemerintah dan berhak menyalurkan siaran free to air berdasarkan izinnya.[dod]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00