Lawan Covid-19, Dibutuhkan Gotong Royong Berbasis Komunitas

Sosial  SELASA, 07 APRIL 2020 , 12:59:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Lawan Covid-19, Dibutuhkan Gotong Royong Berbasis Komunitas

Peduli Covid-19/Ist

Penyebaran Coronavirus Disease atau Covid-19 telah berdampak negatif di bidang ekonomi dan sosial. Sementara regulasi lockdown tak diterapkan Pemerintah. Dibutuhkan segera gotong royong berbasis komunitas perangi Covid-19.

Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, Mohammad Zahri mengungkapkan, perlunya gotong royong berbasis komunitas dengan segera.

Menurut Zahri, yang dimaksud berbasis komunitas adalah menggerakkan semua lapisan masyarakat secara bahu membahu, tolong menolong atau bekerjasama melawan pandemi dengan berbagai kekuatan komunitas yang ada, tanpa terkecuali di lingkungan terkecil seperti RT atau RW.

Ini darurat. Kita butuh segera gotong royong berbasis komunitas di tingkat RT atau RW. Lonjakan pandemi telah mempengaruhi bidang ekonomi dan sosial," kata Zahri kepada melalui keterangan tertulisnya, Selasa (7/4).

Kata Zahri, komunitas yang ada di seluruh lapisan masyarakat harus bergotong-royong dengan sukarela, saling membantu satu sama lain. Bisa dengan membantu pengadaan alat kesehatan, Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, hand sanitizer, masker, vitamin, dan sebagainya.

"Bisa juga membantu dalam hal pengadaan sembako, meskipun hanya menyediakan satu nasi bungkus bagi saudara-saudara kita yang terkena dampak Corona. Ini bisa digerakkan oleh komunitas-komunitas yang ada di masyarakat sesuai dengan kapasitas dan keahliannya masing. Saya sangat bersyukur jika yang memiliki kelebihan harta bisa membantu yang masih kurang," ungkap Zahri.

Zahri menjelaskan, gotong royong berbasis komunitas adalah skala kecil. Skala kecil menurutnya lebih mudah dikendalikan, lebih saling mengenal satu sama lain, dan lebih mudah membangunnya.

Gotong royong merupakan nilai-nilai Pancasila. Pemerintah perlu membangkitkan budaya gotong royong ini. Berilah contoh dan model, libatkan banyak komunitas terutama di lingkungan seperti ibu-ibu PKK atau karang taruna, bangun nilai-nilai kegotongroyongan dan kemanusiaan sehingga tercipta keadilan," saran Zahri.

Zahri melanjutkan, tentu bukan hanya rakyat kecil, namun juga komunitas pengusaha, olahraga, Pramuka, okter, akuntan, pengacara, psikolog, guru, jurnalis, dan sebagainya.

Zahri berpendapat, darurat gotong royong ini dapat menyelesaikan problem kemanusiaan. Ia berharap, gotong royong berbasis komunitas ini menjadi satu langkah nyata menangani berbagai dampak akibat pandemi korona.

Bidang garapannya, pertama pencegahan Covid-19 dengan berbagai ikhtiar sesuai keahlian komunitas. Jika komunitas guru, maka bergerak memerangi pandemi dengan edukasi yang efektif kepada semua lapisan masyarakat, misalnya melalui media sosial. Para ulama bisa dengan memberikan nasihat keagamaan, untuk aparat tentu menegakkan kebijakan. Orang kaya menyediakan kebutuhan masker, hand sanitizer, sembako dan lain sebagainya. Begitu juga bagi komunitas lainnya, semua bergerak secara gotong royong," terang Zahri. "Bidang garapnya sesuai spesifikasi komunitas tersebut. Kedua, penangan kerawanan pemenuhan kebutuhan pokok keluarga terdampak. Hal ini menjadi darurat karena mereka punya keluarga. Ketiga, kerawanan ekses sosial karena pekerja harian yang sepi, karyawan harian yang dirumahkan, termasuk biaya-biaya hidup rutin seperti pembayaran listrik, pembayaran PDAM, iuran RT, dan lain-lain,” tutup Zahri.[dod]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00