Beda Data Nasional Dengan DKI Soal Pasien Meninggal Covid-19, Pengamat Ini Khawatir Dimanipulasi

Peristiwa  SELASA, 07 APRIL 2020 , 13:51:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Beda Data Nasional Dengan DKI  Soal Pasien Meninggal Covid-19, Pengamat Ini Khawatir Dimanipulasi

Pemakaman jenazah Covid-19/Net

Jumlah pasien yang dinyatakan positif terpapar virus Corona (Covid-19) terus bertambah setiap harinya. Bahkan tidak sedikit dari pasien tersebut yang harus kehilangan nyawanya.

Hingga Senin (7/4) kemarin, jumlah pasien positif berjumlah 2.491 kasus dan yang meninggal dunia sebanyak 209 orang.

Sementara itu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DKI Jakarta mengumumkan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota mencatat, jenazah yang dimakamkan menggunakan protap Covid-19 berjumlah 621 kasus.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menuliskan keresahannya melalui Twitter pribadinya.

"Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan 209 positif Covid-19 meninggal dunia di tanah air. Sementara jenazah dikubur dengan protap Carona 621?," tulis Pangi, Rabu (7/4).

"Ini yang dari awal saya khawatir, bau amis dimanipulasi. Ini adalah musibah bangsa, nggak jujur," sambung Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu.

Kendati begitu, sebelumnya Ketua II Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DKI Jakarta, Catur Laswanto menegaskan bahwa mereka yang meninggal tidak semuanya dinyatakan positif Covid-19.

"Mungkin ada yang bertanya, kok beda (angka) yang meninggal 126 orang dengan 621? Karena di antara ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) itu pada saat meninggal hasilnya belum keluar," kata Catur di Balaikota DKI Jakarta, Senin (6/4).[dod]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00