Soal Berita Wasekjen PPP Diduga Terseret Kasus Romi, Dewan Pers Putuskan RMOLJakarta Langgar Kode Etik

Hukum  JUM'AT, 10 APRIL 2020 , 06:37:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Soal Berita Wasekjen PPP Diduga Terseret Kasus Romi, Dewan Pers Putuskan RMOLJakarta Langgar Kode Etik

Achmad Baidowi/Net

Wasekjen PPP Achmad Baidowi memberikan klarifikasi terkait berita berjudul "Wasekjen PPP Diduga Terseret Kasus Romi" yang dimuat Kantor Berita Politik RMOLJakarta pada Rabu (17/7) silam.

Kuasa hukum Baidowi, Akhmad Leksono dari Kantor Hukum ALP Advocates Law Office mengatakan, dari serangkaian sidang di PN Tipikor dengan terdakwa mantan Ketua Umum PPP Mohammad Romahurmuziy alias Romi, tidak sekalipun nama Achmad Baidowi disebut, baik oleh para saksi, penuntut hukum, penasehat hukum, tersangka, dan putusan majelis hakim.

"Ini membuktikan bahwa klien saya memang tidak terlibat dalam kasus yang disidangkan beberapa waktu lalu tersebut," kata Leksono melalui keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Kamis malam (9/4).

Leksono menegaskan, selain fakta persidangan, dalam kenyataan di lapangan pun tidak pernah kliennya bersinggungan dengan kasus Romahurmuziy tersebut.

"Hanya orang dan pihak yang tak bertanggung jawablah yang mencoba menggiring opini seakan Achmad Baidowi terlibat atau bersinggungan dalam kasus tersebut," ungkap Leksono.

Leksono menilai berita berjudul Wasekjen PPP Diduga Terseret Kasus Romi", secara tendensius menggiring opini bahwa kliennya terseret dalam kasus Romahurmuziy.

"Ini adalah pembentukan opini yang bertujuan menimbulkan kebencian, fitnah dan berusaha menggiring institusi hukum tertentu agar melakukan sesuatu dan membuat publik bereaksi atas pemberitaan tersebut," pungkas Leksono.

Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers Nomor: 8/PPR-DP/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020 tentang Pengaduan Achmad Baidowi, dengan ini redaksi Kantor Berita Politik RMOLJakarta menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada Wasekjen PPP Achmad Baidowi, dan secara umum kepada masyarakat pembaca atas kesalahan yang terjadi dalam pemberitaan tersebut.

Redaksi Kantor Berita Politik RMOLJakarta mengucapkan terima kasih dan memandang hak jawab, koreksi sekaligus bantahan ini sebagai bagian penting dari pelaksanaan tanggung jawab profesi.[dod]

Komentar Pembaca