Sidang Suap KPU, Kesaksian Agustiani Tio Fridelina Diragukan

Hukum  SABTU, 11 APRIL 2020 , 12:00:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sidang Suap KPU, Kesaksian  Agustiani Tio Fridelina Diragukan

Agustiani Tio Fridelina/Net

Pernyataan mantan Komisioner Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, di hadapan Majelis Hakim saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, belum tentu benar alias asal bunyi (asbun).

Demikian analisa Pengamat Politik UIN, Pangi Syarwi Chaniago menyikapi kasus dugaan suap Anggota KPU Wahyu Setiawan.

Pangi berpendapat, bisa jadi ada upaya terstruktur untuk menggigit elit PDIP dengan tujuan politik, dengan penyataan Agustiani tersebut.

"Kesaksian seseorang dalam pengadilan belum tentu kebenarannya. Dan ucapannya, terkadang tidak berdasarkan fakta. Hakim perlu mengecek kembali," kata Pangi kepada wartawan, Jumat malam (10/4).

Hal ini bisa saja terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya, kondisi saksi sedang labil alias stres karena menghadapi masalah hukum tersebut. Alhasil, kesaksiannya tidak fokus pada perkara.

"Kondisi ini bisa saja terjadi. Sehingga pernyataan Agustiani, perlu dikroscek. Kasus ini harus menjadi bahan evaluasi bagi internal PDIP," ucap Pangi.

Pangi juga menilai, perkara-perkara yang menyeret PDIP, baik personal ataupun lembaga, tidak akan mampu mengoyak popularitas partai berlogo banteng moncong putih itu.

"Pengalaman menyebutkan, kasus korupsi itu levelnya elit. Rakyat tidak begitu terpengaruh. Apalagi pemilu masih empat tahun lagi. Terbukti, kasus korupsi tidak mampu membuat pemilih PDIP berpaling. Hasil survei masih memimpin," ungkap Pangi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengungkapkan, kasus suap PAW, Harun Masiku menjadi ujian bagi Komisi Pemberantasan Korupsi.

Selain itu, kata Uchok, masalah ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh parpol agar lebih hati-hati dan selektif dalam menjaring kadernya.

Diketahui, dalam sidang kasus suap PAW, Harun Masiku di Pengadilan Tipikor Jakarta, Agustiani menyebut Saeful Bahri, selaku pemberi suap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan adalah kader PDIP dan anggota Pusat Analisa dan Pengendali Situasi partai (Situation Room).

"Setahu saya pak hakim yang terhormat, (Saeful Bahri, red), berada di Situation Room. Jabatannya apa, saya tidak mendalami,” kata Agustiani dalam persidangan.

Kabar beredar, Saeful Bahri hanya kader partai dan bukan pengurus partai. Saeful juga tidak paham soal kepengurusan partai. Diduga Saeful bergerak sendiri tanpa ada instruksi dari elit PDIP.[dod]

Komentar Pembaca