Mulai 1 Mei Kemenhub dan PT ASDP Lakukan Penjualan Ticket Penyeberangan Secara Online

Nasional  JUM'AT, 17 APRIL 2020 , 15:16:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Mulai 1 Mei Kemenhub dan PT ASDP Lakukan Penjualan Ticket Penyeberangan Secara Online

Penyeberangn di Pelabuhan Merak/net

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bakal melakukan penjualan tiket penyeberang online. Pelaksanaan penjualan mulai diberlakukan tanggal 1 Mei 2020 aplikasi Ferizy.

"Sejak diluncurkan pada 2 Maret lalu, tiket angkutan penyeberangan kini dapat diperoleh melalui aplikasi di android dengan nama Ferizy dan dapat diakses melalui laman www.ferizy.com," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi yang didampingi Ira Puspadewi, Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) saat konferensi pers yang digelar secara online, Jumat (17/4)

Menurut Budi Setiyadi, langka tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya percepatan dalam ranah e-ticketing terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Apa yang dilakukan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat kepada kita untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan untuk menggunakan teknologi. Saya juga berterima kasih kepada PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang telah membangun aplikasi Ferizy untuk sistem pemesanan dan pembayaran tiket di penyeberangan. Dengan cara ini kami mengharapkan pelanggan untuk membiasakan teknologi untuk pemesanan tiket. Tahapan berikutnya bisa dilakukan pembayaran di gerai retail terdekat seperti Alfamart atau Indomaret," jelas Dirjen Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Ira Puspadewi  menyatakan seiring dengan usia ke-47 PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) maka sudah saatnya untuk berubah.

"Selama ini kita pakai metode go show di mana orang datang dan bisa beli tiket. Tapi ada 2 hal yang menjadi masalah yaitu kalau masa peak season seperti liburan dan masa Angkutan Lebaran maupun Natal Tahun Baru, maka keadaan tidak terkendali. Kedua, kalau tidak diatur maka akan memburuk bagi pengguna jasa apalagi jalan tol dari Palembang sudah semakin mulus menuju Bakauheni. Problemnya makin buruk yaitu tidak dapat dilakukan pencatatan manifest yang efisien dan antrian makin panjang. Ini harus berubah dimana tujuan akhirnya adalah kepastian, kenyamanan, dan keperluan untuk menjaga physical distancing bagi para pengguna," tambah Ira.

Menindaklanjuti hadirnya sistem online ticketing ini, telah disediakan sejumlah buffer zone di luar area pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Buffer zone adalah area untuk mengarahkan pengguna jasa yang belum memiliki tiket online agar masuk ke buffer zone terlebih dahulu untuk melakukan transaksi online ticketing.
 
Selain itu untuk mengantisipasi sistem online ticketing mengalami kendala akan disiapkan loket transaksi cashless.
 
Pembelian tiket secara online dapat dilakukan maksimal 2 jam sebelum keberangkatan dan untuk perubahan atau pembatalan tiket dapat dilakukan paling lambat 48 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Dirjen Budi juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mengadakan sosialisai kepada beberapa asosiasi transportasi terkait seperti Gapasdap, Aptrindo, serta Organda dan telah mendapat tanggapan baik.

"Progressnya saat ini sudah 70%. Kita masih punya waktu sampai awal Mei nanti kita harapkan ada perubahan perilaku masyarakat ke arah online. Pelaksanaan di lapangan mungkin akan ada hambatan karena kita mengubah kebiasaan dan butuh waktu yang tidak sebentar," pungkas Dirjen Budi. [rah]

Komentar Pembaca