Kartu Prakerja Lebih Banyak Mudharatnya!

Politik  SELASA, 21 APRIL 2020 , 11:48:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kartu Prakerja Lebih Banyak Mudharatnya!

Rasminto/Ist

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan program Kartu Prakerja sejak era kampanye Pilpres 2019, atau jauh sebelum pandemi virus Corona (Covid-19) mewabah di Indonesia. Mulanya, program ini bertujuan untuk menambah keterampilan calon pekerja, pekerja korban PHK, dan yang ingin alih kerja orang.

Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rasminto menilai, program Kartu Prakerja tersebut tak efisien dan berisiko hanya menjadi pemborosan anggaran.

"Ini program yang lebih banyak mudharatnya," kata Rasminto melalui keterangan tertulisnya, Selasa (21/4).

Rasminto mengungkapkan, program Kartu Prakerja juga berpotensi masuk ke ranah pidana, khususnya pelanggaran UU ITE.

"Misalnya yang saya alami. Saya yang nggak pernah daftar Kartu Prakerja, mendadak ada email masuk verifikasi Kartu Prakerja," ujar Rasminto.

Selain itu, tingkat kerawanan tidak tepat sasaran Kartu Prakerja juga sangat tinggi. Apalagi pelatihanya bersifat daring.

"Angka pengangguran terbuka lebih besar di pedesaan, lantas bagaimana mereka dapat mengaksesnya? Lalu penafsiran Kartu Prakerja ini bagi masyarakat desa sebagai tunjangan hidup bagi yang belum bekerja atau pengangguran," ungkap Rasminto.

Artinya, masyarakat sangat banyak yang belum teredukasi program Kartu Prakerja tersebut.

Kata Rasminto, kondisi ini diperparah dengan rentannya diselewengkan oleh orang-orang iseng yang memiliki kemampuan melek teknologi untuk berbuat curang mendaftar dengan banyak akun.

"Termasuk saya menjadi korban dengan ada orang iseng yang mendaftarkan email pribadi saya sebagai peserta Kartu Prakerja. Inilah yang perlu diperbaiki oleh pemerintah," pungkas Direktur Eksekutif Human Studies Institute ini.

Diketahui, pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua resmi dibuka hari ini, Selasa (21/4). Sebelumnya, pendaftaran Kartu Prakerja gelombang II dijadwalkan Senin (20/4) kemarin.

Pemerintah sendiri mengalokasikan anggaran untuk Kartu Prakerja Rp 20 triliun. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari rencana awal Rp 10 triliun lantaran program Kartu Prakerja kini beralih haluan dari program jaring pengaman untuk pencari kerja menjadi bantuan sosial bagi pihak-pihak yang kehilangan pekerjaan di tengah pandemik virus Corona.

Alokasi anggaran Kartu Prakerja itu memiliki porsi sekitar 4,9 persen dari total keseluruhan anggaran pemerintah untuk penanganan pandemi yang sebesar Rp 405,1 triliun.[dod]

Komentar Pembaca