Ini Gebrakan Anies Tanggulangi Polusi Jakarta

Megapolitan  KAMIS, 30 APRIL 2020 , 16:13:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ini Gebrakan Anies Tanggulangi Polusi Jakarta

Anies Baswedan/Net

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat gebrakan terkait penanggulan polusi udara Ibukota. Gebrakan itu tersusun rapi dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66/2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

Dalam aturan tersebut, Anies memerintahkan memastikan tidak ada angkutan umum yang berusia di atas sepuluh tahun dan tidak lulus uji emisi beroperasi di jalan serta menyelesaikan peremajaan seluruh angkutan umum melalui program Jak Lingko pada 2020, dengan rincian aksi.

Selain itu, Anies turut mendorong partisipasi warga dalam pengendalian kualitas udara melalui perluasan kebijakan ganjil genap.

"Penerapan Perluasan Ganjil - Genap pada pagi dan sore, terjadi penurunan konsentrasi PM2,5 lebih dari 20% dibandingkan sebelumnya," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih melalui keterangan tertulisnya, Kamis (30/4).

Usaha lain yang dilakukan Anies adalah memperketat ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi mulai 2019, dan memastikan tidak ada kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 yang dapat beroperasi di wilayah DKI Jakarta pada 2025.

Selanjutnya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mendorong peralihan ke moda transportasi umum, dan meningkatkan kenyamanan berjalan kaki melalui percepatan pembangunan fasilitas pejalan kaki di 25 ruas jalan protokol, arteri dan penghubung ke angkutan umum massal pada 2020.

"Penerapan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang dilakukan di 5 wilayah kota sebagai kebijakan pengendalian pencemaran udara juga berhasil menurunkan konsentrasi PM10 selama berlangsungnya HBKB di Sudirman - Thamrin ± 50% ," jelas Andono Warih.

Tak hanya itu, Anies juga memperketat pengendalian terhadap sumber penghasil polutan tidak bergerak, khususnya pada cerobong industri aktif yang menghasilkan polutan melebihi nilai maksimum baku mutu emisi, yang berada di wilayah DKI Jakarta mulai 2019.

Mengoptimalisasikan penghijauan pada sarana dan prasarana publik dengan mengadakan tanaman berdaya serap polutan tinggi serta mendorong adopsi prinsip green building oleh seluruh gedung melalui penerapan insentif dan diinsentif.

Terakhir, Anies merintis peralihan ke energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dengan menginstalasi solar panel rooftop pada seluruh gedung sekolah, gedung pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.[dod]

Komentar Pembaca