Imbas Pandemik Covid-19, Pendapatan DKI Jakarta Turun Hingga 50 Persen Lebih

Politik  SELASA, 05 MEI 2020 , 21:13:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Imbas Pandemik Covid-19, Pendapatan DKI Jakarta Turun Hingga 50 Persen Lebih

Ilustrasi/Net

RMOL. Pendapatan DKI Jakarta dari sektor pajak menurun signifikan akibat pandemik Covid-19. Pendapatan DKI diprediksi tahun ini berkurang 53,65 persen menjadi Rp 47,18 triliun.

"Kekuatan APBD sekarang ini sampai Desember dalam kondisi begini kira-kira Rp 47,18 triliun," ungkap Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi kepada Redaksi, Selasa (5/5).

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2020 ditetapkan pendapatan bisa mencapai Rp 87,95 triliun.

Namun realisasi pendapatan DKI hingga 30 April 2020 baru mencapai Rp 15,59 triliun. Karena itu, pendapatan dari 1 Mei-31 Desember diproyeksikan hanya Rp 31,59 triliun.

Data pemerintah DKI memperlihatkan pendapatan, dari pajak hotel hingga akhir tahun ini diperkirakan hanya Rp 625 miliar atau 32,05 persen dari target awal.

Untuk pajak restoran sekitar Rp 1,45 miliar atau 34,12 persen. Selanjutnya pemasukan dari pajak hiburan diperkirakan Rp 300 miliar atau 27,27 persen.

"Yang tidak berkurang cuma pajak rokok, tapi yang lain-lainnya secara umum berkurang," ujar Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS DKI Jakarta itu.

Menurut dia, prediksi ini fluktuatif tergantung pada kondisi pandemik Covid-19 di Ibu Kota.

Pendapatan daerah bakal diperkirakan naik lagi jika wabah virus corona melandai. Namun, pemasukan bisa bertambah turun apabila pandemik tak kunjung mereda.

"Prediksi ini masih sangat bisa berubah lagi, melihat kondisi Covid-19," ujarnya. []

Komentar Pembaca