Sebar Hoaks Bansos Lewat FB, Pengacara Ucok Diciduk Polisi

Nusantara  MINGGU, 10 MEI 2020 , 06:55:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Sebar Hoaks Bansos Lewat FB, Pengacara Ucok Diciduk Polisi

Mapolda Sumut/Net

Tim Penyidik dari Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut menetapkan seorang pengacara bernama Ucok Togar H. Lumbangaol menjadi tersangka pelaku penyebaran hoaks atas postingan yang diunggahnya di akun Facebook miliknya beberapa waktu lalu.

Ucok disangkakan melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan/atau pencemaran nama baik terhadap seorang pejabat yang karena atau pada saat menjalankan tugasnya yang sah, sebagaimana yang diatur dalam pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE junto Pasal 316 KUHPidana.

Dilansir Kantor Berita Politik RMOLSumut, Direktur Krimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana melalui Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Bambang membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan Ucok.

Ucok diciduk di kediamannya di Jalan Pintu Air IV Kelurahan Kuala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Sumut, pada Jumat (8/5) sekira pukul 00.30 WIB.

Iya benar (tersangka.red). Berdasarkan laporan tersebut penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan saksi-saksi, dan telah memintai keterangan ahli dan melakukan profiling account terlapor guna memastikan pengguna dan orang yang mempostingnya dan ditemukan bukti permulaan yang cukup, yang bersangkutan kita tangkap dan telah kita lakukan upaya penahan guna proses penyidikan lebih lanjut,” kata Bambang saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (9/5).

Ia menyampaikan, penanganan kasus ini merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II dalam penanggulangan Covid-19 dari sub Satgas Gakum yang ada dilingkup Polda Sumut.

Hoaks musuh bersama, terlebih di tengah pandemi Covid-19, hingga Mabes Polri baru-baru ini membentuk Satgas Aman Nusa II yang didalamnya ada Sub Satgas Siber yang bertugas melakukan penindakan Hoax Covid-19 dan provokator terkait Covid-19 melalui media online. Dan terhadap perkara ini akan segera dilimpahkan ke Kejati Sumut utk proses lanjutnya.” terangnya.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, kasus ini bermula dari adanya unggahan status yang diposting pada akun Facebook milik Ucok Lumban Gaol yang didalamnya berisikan penghinaan dan hoaks yang ditujukan ke Pemkab Dairi dan Pemko Medan.

Berikut isi postingan Ucok:

Pemko Medan bagi-bagi beras ke Masyarakat dan Anggota DPRD-nya nyumbang gaji karena wabah Covid19. Pemkab Dairi makan sumbangan /bantuan utk masyarakat dan Pimpinan DPRD nya dapat Mobil Dinas baru. Makan kalian telor itu".

Atas postingan tersebut Pemkab Dairi melalui Kabag Hukum Pemkab Dairi melayangkan somasi pada tanggal 20 April 2020 kepada Ucok agar mengklarifikasi postingan yang dimaksud dan meminta yang bersangkutan untuk meminta maaf kepada Pemkab Dairi dengan waktu 3×24 jam.

Alih-alih minta maaf, Ucok malah semakin arogan dengan profesi yang disandangnya dan menambah komentar dalam status Facebooknya yang mengatakan jika dirinya lebih senang jika dilaporkan karena sebagai pengacara memiliki hak immunitas atas setiap perbuatannya.

Akibat tidak adanya permintaan maaf dari Ucok sesuai batas waktu yang diberikan, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan staf di Bagian Hukum Pemkab Dairi kemudian melaporkan Ucok ke Mapolda Sumut dengan Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/ 740 /IV/Sumut/Spkt.II tanggal 27 April 2020.[dod]

Komentar Pembaca