Cuma Tugas Administratif, Plt Sekjen PSSI Tak Bisa Buat Kebijakan Strategis

Olahraga  SELASA, 12 MEI 2020 , 18:32:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Cuma Tugas Administratif, Plt Sekjen PSSI Tak Bisa Buat Kebijakan Strategis

Sekretariat PSSI/Net

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menunjuk Yunus Nusi sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekjen PSSI. Yunus Nusi saat ini juga sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Yunus Nusi menggantikan peran Ratu Tisha Destria yang mengundurkan diri sebagai Sekjen PSSI pada 13 April 2020. Ia sementara akan menjalankan tugas-tugas kesekjenan.

"Kami memilih Yunus Nusi sebagai pelaksana tugas Sekjen mulai hari Senin 20 April ini. Seluruh Exco PSSI sudah menyetujui penunjukkannya," kata Iriawan.

Pengamat Sepakbola yang juga mantan Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Hifni Hasan menilai, kekosongan posisi Sekjen membuat kinerja PSSI ada sedikit persoalan.

Hifni mengatakan, seharusnya peran Plt Sekjen PSSI sangat sentral pada masa pandemik virus corona (Covid-19) saat ini. Karena banyak persoalan yang ditinggalkan oleh pengurus sebelumnya dan harus diperbaiki secara perlahan oleh Plt Sekjen.

Nah ini yang menjadi kendala, apakah Yunus Nusi bisa menjalankan itu. Karena fungsinya Plt Sekjen itu internal sebenarnya, bukan mengurusi Exco. Sekarang yang menjadi persoalan bukan internalnya, kalau saya lihat, tapi hubungan antara Exco dengan sesama Exco lainnya, itu yang tidak bisa dikerjakan oleh seorang Yunus Nusi, tapi harus ada teamwork atau ketua umum yang langsung terjun untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Hifni melalui keterangan tertulisnya, Selasa (12/5).

Menurutnya, dalam statuta PSSI, Plt Sekjen PSSI tidak boleh mengambil kebijakan strategis. Bukan hanya PSSI, semua cabang olahraga yang namanya Plt itu tidak dapat membuat kebijakan.

Apalagi di PSSI itu, kata dia, Plt itu hanya operasional dan sifatnya administatif, yang menjalankan kebijakan yang dibuat ketua umum PSSI dengan Exco lainnya.

Yang jadi persoalan sekarang, rangkap jabatan itu, dia sebagai Plt, dia juga sebagai Exco. Sementara sebagai Plt, dia tidak dapat membuat kebijakan, disinilah saya melihat akan kesulitan saudara Yunus Nusi membedakan antara dia sebagai Exco atau sebagai Plt Sekjen,” ungkapnya.

Pengamat sepakbola Suharto Olii ikut berkomentar. Menurutnya, pengangkatan Yunus Nusi sebagai Plt Sekjen PSSI itu bukan melakukan hal-hal yang di luar kewenangannya. Misalnya, membuat pernyataan ketua umum bisa mengangkat dan memberhentikan wasekjen dan membuat surat jawaban ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai pengelola liga, bersifat strategis.

Dari zaman Nurdin Halid atau ketua umum sebelumnya, tidak ada wakil Sekjen. Kalau mau mengangkat wakil Sekjen harus merubah statuta. Merubah statuta berarti harus menggelar kongres,” tegas Suharto yang juga wartawan senior sepakbola.

Suharto menegaskan, Plt Sekjen dalam keseharian tugas-tugasnya lebih kepada bidang administratif. Misalnya membuat surat ke PT LIB dan sebagainya.

Tugas-tugas pokoknya. Bukan malah memberikan pernyataan yang di luar wewenang dan kapasitasnya,” tegas Suharto.

Suharto juga menyanyangkan sikap Exco dan Asprov yang mengetahui masalah ini malah membiarkan Plt Sekjen jalan. Mestinya diingatkan dong. Jangan dibiarkan begitu saja,” ucapnya.[dod]

Komentar Pembaca