Dugaan Rekayasa BAP 3 Saksi Kasus Penggelapan Terbongkar Di PN Tangerang

Hukum  RABU, 13 MEI 2020 , 18:56:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dugaan Rekayasa BAP 3 Saksi Kasus Penggelapan Terbongkar Di PN Tangerang

Sidang kasus penggelapan di PN Tangerang/Ist

Sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan dengan terdakwa Didi Wijanarko (DW), beragendakan pemeriksaan saksi pelapor, yaitu Setia, Yohanes, dan Rudi dari PT Menjangan Sakti digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (13/5).

Ketiga saksi pelapor ternyata tidak tahu apa-apa terkait pidana yang didakwakan. Mereka mengaku hanya menjalankan tugas sesuai perintah dari bagian sales Lim Erwin

Yang menarik, saat kuasa hukum terdakwa, Alvin Lim menanyakan kapan ketiga saksi tersebut diperiksa, mereka kompak menjawab tahun 2016. Padahal dalam BAP tertera tanggal pemeriksaan 30 Desember 2019.

Ketiga saksi juga menegaskan tak pernah menandatangani BAP. Mereka diketahui diperiksa oleh dua penyidik Resmob Unit 3 Polda Metro Jaya.

Ini bahaya apabila oknum penyidik Resmob PMJ memalsukan tandatangan para saksi dalam BAP," kata Alvin.

Alvin mencium adanya dugaan pemalsuan tandatangan saksi dalam BAP.

Menanggapi hal ini, terdakwa DW mengaku terkejut dengan pengakuan tiga saksi tersebut. "Lalu saya dipidanakan atas dasar apa jika keterangan saksi pelapor tidak sah,'" katanya.

Kuasa hukum terdakwa lainnya, Tandry Laksana menambahkan, dakwaan yang diambil dari BAP yang dipalsukan atau direkayasa, seyogyanya batal demi hukum.

"Proses hukum dan pembuktian pidana yang dilakukan dengan proses hukum acara yang salah adalah pelanggaran hukum, dan tidak dibenarkan oleh undang-undang yang berlaku," ucap Tandry.

Alvin mengungkapkan, sesuai hukum formiil apabila ada keraguan dalam BAP yang seharusnya dilakukan oleh hakim adalah memanggil saksi verbal lisan untuk dikonfirmasi terhadap keterangan ketiga saksi pelapor yang menyatakan tidak pernah menandatangani BAP.

Selain itu, barang bukti berupa surat kuasa pelapor yang mewakili korban juga tidak ada dalam berkas perkara. Sehingga saksi korban PT Menjangan tidak pernah diperiksa dalam persidangan.

Sementara Ketua Majelis Hakim M Irfan mempersilahkan JPU untuk menghadirkan saksi verbal lisan sesuai KUHAP untuk dimintai keterangannya.[dod]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00