Oknum Penyidik Diduga Pemalsu BAP Dipidanakan

Hukum  JUM'AT, 15 MEI 2020 , 11:04:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Oknum Penyidik Diduga Pemalsu BAP Dipidanakan

Surat laporan ke SPKT Polda Metro Jaya/Ist

Pegawai kantor jasa hukum LQ Indonesia Lawfirm, Victory Immanuael Matindas, melaporkan oknum penyidik Unit III Resmob Polda Metro Jaya ke SPKT Polda Metro Jaya, Kamis (14/5).

Victory mengharapkan laporannya tersebut dapat mengungkap dugaan rekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tiga saksi fakta yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan perkara penggelapan pengiriman barang-barang bahan makanan senilai miliaran rupiah di PN Tangerang, Rabu lalu (13/5).

Saat melaporkan ke polisi, Victory Immanuel Mayindas didampingi kuasa hukum terdakwa Didi Widjaksono alias DW, Alvin Lim.

Menurut Victory, terlapor diduga memalsukan surat sebagaimana diatur dalam pasal 263 KUHP dengan ancaman 6 tahun pidana juncto pasal 55.

Sementara Alvin Lim mengatakan, sesuai amanat undang-undang, sebagai warga negara Indonesia yang baik, maka setiap tindakan pidana wajib dilaporkan ke pihak Kepolisian walaupun pelakunya adalah oknum polisi sendiri.

"Saya tidak kenal dengan oknum Unit III Resmob dan para penyidik di sana, tetapi karena profesi saya hanya menjalankan tugas. Satu hal yang perlu digarisbawahi, ini adalah perbuatan oknum dan tidak mencerminkan institusi Polri," kata Alvin melalui keterangan tertulisnya, Jumat (15/4).

Alvin mengaku sebelum membuat laporan, dirinya bersama pengacara lain dari Master Trust Lawfirm, Natalia Rusli sudah beraudiensi dengan Inspektorat Pengawasan Daerah Polda Metro Jaya. Kombes Budi Hermawan.

"Petunjuk dari Irwasda adalah untuk membuat laporan dan pengaduan dan memberikan surat resmi aduan ke Irwasda. Apabila terbukti akan dicopot dan ditindak oknum Resmob tersebut," ujar Alvin.

Selain itu, Alvin juga akan mengadukan oknum penyidik ke Kadiv Propam atas dugaan pelanggaran kode etik.

Alvin mengatakan, selain pihak kepolisian, Jaksa Peneliti dari Kejati yang memutuskan P21 berkas tersebut wajib diperiksa oleh Kejagung. "Kenapa berkas perkara bisa dinyatakan lengkap dan lolos dari pemeriksaan formiil dengan tandatangan palsu dan juga jawaban sama para saksi kata demi kata dan titik koma? Apakah Jaksa Peneliti dari Kejati Banten tidak membaca bahwa antara saksi Lim Erwin, Setia Aditama dan Intan bahwa pertanyaan nomor 6,7,8,9,10 dan 11 jawaban sama persis ketiganya," pungkas Alvin.[dod]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00