BPJS Naik, Kebijakan Konyol Dan Menyesakkan Dada Masyarakat

Nasional  JUM'AT, 15 MEI 2020 , 16:41:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

BPJS Naik, Kebijakan Konyol Dan Menyesakkan Dada Masyarakat

BPJS Kesehatan/Net

Langkah Presiden Joko Widodo yang secara mendadak menaikkan premi angsuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di tengah masyarakat yang sedang kesusahan menghadapi pandemik Covid-19 disesalkan banyak pihak.

"Soal naiknya iuran BPJS itu merupakan kebijakan yang konyol dan menyesakan dada masyarakat," demikian disampaikan pengamat Politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (15/5).

Ujang meneruskan bahwa Presiden telah mencontohkan sikap yang tidak baik kepada masyarakat karena melanggar aturan yang telah diputuskan Mahkamah Agung terkait Pepres No 82/2018

"Jadi presiden telah melangkahi Mahkamah Agung yang telah membatalkan iuran BPJS sebelumnya," kata Ujang.

Adapun iuran peserta mandiri kelas I menjadi Rp150.000. Iuran ini naik dari sebelumnya sebesar Rp80.000.

Kemudian, iuran peserta mandiri kelas II menjadi Rp100.000 dari Rp51.000. Ketentuan besaran iuran mulai berlaku pada 1 Juli 2020

Untuk kelas III nilai iuran masih belum naik, atau masih sebesar Rp 25.500. Tetapi pada tahun 2021 angsuran kelas III ini naik menjadi Rp 35 ribu.[dod]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00